Umi Pipik Telah Mengambil Hikmah Dari Kejadian Di Mall, Akhirnya Dia Memakai cadar

Ketika kita menjadi orang yang terkenal, terkadang lupa dengan Allah. Meskipun begitu, janganlah kamu sampai melupkan Allah. Apa yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan semata dari Allah.

Orang muslim harus berpakaian yang menutupi aurot mereka. Apalagi untuk wanita. Batas aurotnya dari kepala hingga mata kaki.

Seperti wanita ini yang selalu ingin menutupi aurotnya, salah satunya adalah dengan memakai cadar kepala. Pipik Dian Irawati atau biasa disapa Umi Pipik itu sudah lama ingin memakai cadar.



Tapi sayangnya Umi Pipik cemburu dengan istri ceisar yang sudah lebih dulu memakai cadar.

Umi Pipik mengaku dulu dia selalu membawa cadar di dalam tasnya. Hanya saja kalau datang untuk kajian dia memutuskan untuk melepas, baru pakai lagi kalau dalam perjalanan pulang atau sedang berada di mall. Setelah umrah pada April lalu, keinginan Umi Pipik untuk bercadar semakin kuat saja. Dikutip dari merdeka.

"Saya umrah setiap tahun kan bawa rombongan. Namanya jadi icon kan ya pasrah mau dibawa ke mana saja sama jamaah, kan tarik sana tarik sini. Namanya juga icon kan dibayar, ya sudah. Terus kok lama-lama saya ini mau ibadah kok susah gitu ya? Seperti kayak Allah nggak nerima saya gitu lho.

Jadi saat ibadah mau keluar hotel kok kayaknya berat banget, susah banget nggak nyampai-nyampai padahal kan masjidnya dekat banget dari hotel ke Masjidil Haram. Ketemu orang, difoto lagi, difoto lagi, sebelum pakai cadar ya capek gitu," cerita Umi Pipik saat ditemui di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (10/8).
Baca Juga : Lihat Videonya Ibu Ini Mengaku Nabi Ke 26 dan Lihat Kitabnya..

"Sudah adzan, sampai sudah qomat, akhirnya salatnya di dalam mall itu. Malu banget. Di Raudhah saya nangis tersungkur sampai Ya Allah saya malu, Ya Allah kayak kasarnya 'Lo tuh siapa sih?'. Ya Allah saya di dunia dikenal tapi Allah kayak nggak mau kenal saya, kayak nggak mau nerima ibadah saya.

Dari situ saya nangis, salat sampai diinjek-injek kepala saya, didorong. Saya sudah pasrah sampai akhirnya siapa saya. Saya dikenal di dunia tapi Allah nggak mau, kayak jijik gitu. Itu saya nangis banget. Saya nangis tersedu-sedu. Pulang dari masjid saya pakai cadar, saya ngomong ke jamaah," lanjutnya.



Saat di Raudhah (lokasi berdoa di dekat makam Rasulullah di Masjid Nabawi, Madinah), Umi Pipik merasakan bisikan-bisikan kuat kapan mau bercadar. Di situlah dia menyadari mungkin sudah saatnya untuk memakai cadar, tak ada rasa takut seperti sebelumnya. Apalagi di surat Al Baqarah juga sudah jelas diingatkan.

"Allah itu pasti akan menguji kita dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta benda, popularitas lah. Tapi sampaikan kabar gembira ini kepada orang-orang yang sabar. Memang kita kan disuruh sabar, Allah kasih petunjuk, Allah kasih rahmat. Saat hijrah kan satu kata ditinggalkan dan saya meninggalkan dunia-dunia saya di entertainment," pungkas ibu tiga anak ini.
Top