Akhirnya Terkuak! Ini Penyebab Kaki Pria Ini Alami Pendarahan Setelah Dari Pantai, Anda Tidak Perlu Cemas Karena.....



Masih ingat dengan kisah seorang remaja di Australia yang kakinya terus mengeluarkan darah setelah berendam dalam air seusai berenang di pantai?

Ternyata ini penyebabnya setelah diteliti dan anda tidak perlu cemas lagi saat berada di pantai. simak penjelasannya..

Masih ingat dengan kisah seorang remaja di Australia yang kakinya terus mengeluarkan darah setelah berendam dalam air seusai berenang di pantai?

Remaja yang bernama Sam Kanizay tersebut mengaku tidak merasakan hal aneh ketika berendam sampai sedalam pinggang di Pantai Brighton dekat rumahnya di Kota Melbourne selama kira-kira setengah jam.

Namun ia sampai ke rumah dalam keadaan "mengucurkan darah dengan deras".

Apa penyebabnya?

Lantaran penyebab luka seukuran tusukan-tusukan jarum pada kaki anaknya tidak diketahui, Jarrod Kanizay memutuskan untuk menyelidiki dan kembali ke pantai.

Ahli biologi kelautan, Dr Genefor Walker-Smith, yang melihat beberapa sampel tersebut, mengatakan kepada koran Herald Sun bahwa serangga-serangga ini kemungkinan adalah amphipod bernama latin lysianassid amphipods, atau lalat laut.

Akan tetapi, pakar lainnya, Dr Murray Thomson dari University of Sydney, meyakini makhluk itu termasuk isopod dari krustasea, keluarga binatang air yang berkulit keras seperti udang dan kepiting. Hewan yang menyerang Sam Kanizay dipercaya adalah cirolana harfordi.

Amphipod umumnya menyantap bangkai hewan laut, seperti ikan dan kepiting. Mereka sendiri adalah santapan hewan laut lainnya yang lebih besar.

"Jika tidak ada mereka, laut akan penuh dengan bangkai ikan dan bangkai burung," ujar Dr Genefor Walker-Smith kepada Australian Broadcasting Corp, seperti yang dilansir dari style.tribunnews.com.

Dr Thomson mengatakan isopod biasanya menyantap bangkai ikan dan cacing laut.

Mengapa serangan terjadi?

Serangan itu amat mungkin terjadi karena gabungan beberapa faktor, termasuk waktu ketika insiden berlangsung dan air dingin yang membuat kulit Sam agak kebal.

Remaja itu mengaku baru merasakan sakit seperti ditusuk-tusuk jarum setelah 30 menit berendam.

Akademisi dari Monash University, Richard Reina, mengatakan kasus yang menimpa Sam tidak biasanya terjadi.

"Potensi Anda mengalami cedera seperti Sam hanya ketika Anda digigit ratusan hingga ribuan makhluk tersebut," kata Reina kepada BBC.

"Kecuali Anda kebal, (biasanya) Anda langsung sadar dan keluar dari air sebelum itu terjadi," lanjutnya.

Dr Walker-Smith menduga Sam mengganggu makhluk-makhluk itu saat mereka sedang makan atau berkegiatan.

Sam dan keluarganya perlu waktu lama untuk menghentikan pendarahan. Bahkan, pada Senin (07/08) atau dua hari setelah kejadian, darah masih menetes.

Reina mengatakan hal itu mungkin terjadi karena Sam mengalami kerusakan pada bagian dalam tubuhnya akibat gigitan kecil para hewan.

Haruskah ada peringatan?

Menurut para pakar, insiden yang menimpa Sam tidak perlu menimbulkan kecemasan. Insiden itu, kata mereka, adalah "kebetulan yang malang" bagi Sam.

Dr Walker-Smith mengatakan orang lain amat mungkin mengalami gigitan pada skala yang lebih kecil dan gangguan ringan. 
Top