Tata Cara Shalat Dhuha yang Praktis dan Lengkap

Komentar
Pic source : Google

Menjadi seorang muslim salah satu kewajiban yang harus diamalkan ialah ketika menjalankan ibadah dengan sepenuh hati.

Misalnya saja dengan membantu orang lain yang tengah mengalami kesusahan, berbakti kepada kedua orang tua, gemar bersedekah dan berpuasa, serta yang paling penting ialah mendirikan shalat.

Artikel pilihan : Jangan Asal Sholat Dhuha, Di Jam Inilah Sebaiknya Dilakukan!

Diketahui shalat terdiri dari dua, yakni shalat wajib 5 rakaat, dan juga shalat sunnah. Shalat sunnah sangat banyak sekali macamnya, diantaranya ialah shalat Dhuha.

Kenapa Shalat Dhuha begitu Diajurkan?

Sholat yang dikenal dengan shalat sunnah untuk memohon rizki dari Allah SWT ini biasanya dikerjakan minimal dua Raka’at dan bisa dikerjakan maksimal 12 Raka’at yg masing – masing dua Raka’atnya diakhiri dg satu salam.

Kita sebagai umat Islam haruslah tahu bagaimana tata cara sholat dhuha yang benar, sehingga ibadah mampu terasa lengkap dengan shalat sunnah salah satunya di waktu dhuha tersebut.

Waktu Sholat Dhuha sendiri bisa dikerjakan saat matahari sedang terbit atau tepatnya sekitar pukul 07.00 pagi sampai masuk waktu shalat Dzhuhur.

Lebih tepatnya kurang dari jam 12.00 siang, sehingga jika kita ingin mengerjakan Sholat Dhuha ini ada baiknya dilaksanakan sekitar jam 08.00 sampai 10.00 pagi.

Pun Islam mengajarkan bahwa untuk mendirikan shalat tersebut secara berjamaah, sehingga tata cara shalat dhuha berjamaah haruslah kita meskipun sebagian besar sama halnya dengan shalat sendirian.

Oleh karena itulah, inilah tata cara shalat dhuha lengkap dan mudah untuk diajarkan kepada anak-anak.

Tata cara shalat dhuha

1. Pertama yang harus dilakukan adalah membaca niat.

ﺃﺻَﻠِّﻲ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟﻀُﺤَﻰ ﺭَﻛَﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌﺎﻟﻰَ

Usholli sunnatatd-dhuha rak’ataini lillahi ta’alaa”.

Yang artinya “aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala”. Perlu diingat shalat dhuha ini dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat dan dilakukan secara munfarid (tidak berjamaah). Bacaan niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram.

2. Kedua ialah membaca doa iftitah, surat al-fatihah, dan membaca salah satu surat yang terdapat dalam Al-Qur’an, tetapi lebih diutamakan membaca surat Adh-Dhuha, Asy-Syamsu, Al-Lailu, dan Surat Asy-Syarh.

3. Lalu melakukan ruku’ dan membaca tasbih tiga kali.

4. Selanjutnya I’tidal dan membaca bacaannya.

5. Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali.

6. Lalu duduk di antara dua sujud dan membaca bacaannya.

7. Setelahnya sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali.

8. Selanjutnya lakukan rakaat kedua seperti cara rakaat pertama tanpa membaca niat dan doa iftitah.

9. Lalu kerjakan tasyahud akhir.

10. Terakhir adalah salam dua kali.

11. Seusai salam, dianjurkan untuk berdzikir lalu membaca do’a setelah sholat dhuha.

Doa seusai melaksanakan shalat dhuha

Inilah doa selepas shalat Dhuha dimana kita disunnahkan untuk membacanya. Meskipun tidak dibatasi kita harus berdoa seperti apa, namun bukan doa tentang keburukan.

Pun harus dimulai dengan menyebut nama Allah SWT dan memuji syukur kepada-Nya, serta bershalawat untuk Rasulullah SAW.

َللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadakash shalihin.

Artinya:

Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah.

Apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Disamping tata cara shalat dhuha sesuai sunnah dan juga bacaan selepasnya, ternyata tersembunyi pula berbagai keutamaan yang terkandung di dalamnya. Dibuktikan dalam banyak hadist Rasulullah SAW, seperti berikut ini.

1. Ghanimah atau keuntungan yang besar

Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:"Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang.

Nabi saw berkata: "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).

Lalu Rasulullah saw berkata; "Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?

Mereka menjawab; "Ya!

Rasul berkata lagi: "Barangsiapa yang berwudhu', kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya." (Shahih al-Targhib: 666)

2. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia

Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda:

"Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala" (HR Muslim).

Pic source : Google

Artikel pilihan : Sholat Dhuha Istiqomah Tapi Rezeki Masih Seret? Mungkin Ini Penyebabnya

3. Memeroleh ganjaran di sore hari 

Dari Abu Darda' ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:"Allah ta`ala berkata: "Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya" (Shahih al-Jami: 4339).

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: "Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi'arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika" ("Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: "Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu").

4. Sebuah rumah di surga

Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:

"Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga." (Shahih al-Jami`: 634)

5. Ampunan Dosa

"Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (HR Tirmidzi)

Sholat dhuha merupakan sholat sunnat yang dianjurkan untuk dikerjakan. Sholat sunnat ini memiiki banyak manfaat. Ada juga hadist yang menjelaskan mengenai manfaat sholat dhuha apabila dikerjakan dengan jumlah rakaat tertentu.

6. Pahala Umrah 

Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: " Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji.

Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah....(Shahih al-Targhib: 673).

Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna" (Shahih al-Jami`: 6346).

Itulah penjelasaan tentang sholat dhuha mulai dari mengetahui waktu sholat dhuha, niat sholat dhuha beserta tata cara sholat dhuha 4 rakaat atau 8 rakaat atau bahkan lebih, doa sholat dhuha hingga keutamaannya, yang membawa banyak sekali kebaikan.

Semoga bisa menambah wawasan keagamaan kita semua. Aamiin
Top