Modal Rasa Rindu, 3 Bocah Kayuh Sepeda Palembang-Jakarta, Demi Bisa Berlebaran Bersama Ibu


Menguras air mata, perjalan ketiga kakak beradik yang ingin merayakan hari nan fitri dengan sang ibu, harus mengayuh sepeda ribuan kilometer. Seperti apa kisahnya?

Lebaran merupakan salah satu ajang untuk berkumpul bersama keluarga terlebih lagi kedua orang tua. Maka dari itulah, ada kebiasaan mudik atau pulang kampung yang dijalankan oleh sebagian besar masyarakat di negara kita.

Ulasan terkait : Ibu Tak Punya Cukup Uang, Bocah Ini Tulis Pesan Mengejutkan di Kardus Boneka yang Hendak Dibeli

Begitu pula dengan rindu berlebaran bersama denga orang tua yang memang merupakan hak siapa saja, dan tak perlu menunggu punya uang sekarung atau membuktikan diri dengan mobil maupun motor baru. Karena memang, Ibu adalah tempat kita berpulang saat berlebaran. Tak setuju? Mungkin anda harus bertemu dengan tiga bocah nan polos ini.

Kisah mereka menjadi viral dan membuat banyak netizen menitikkan air mata. Bayangkan, mereka berpeluh keringat, nekat menaiki sepeda butut dari Palembang ke Jakarta demi berlebaran bersama Ibu. Dikutip dari situs resmi RRI, ketiga bocah itu adalah Okta Firmansyah (15), Ijal Armada (13), dan Aslam Alamsyah (10).

Mereka bukannya tak mau bertemu Ibu tepat di Lebaran. Tapi karena jarak yang begitu jauh, mereka pun harus rela bertemu Ibu beberapa hari setelah Lebaran. Tiga bocah itu berangkat dari Palembang sejak malam takbiran (24/6/2017). Mereka bertiga, tapi hanya membawa 2 sepeda, sehingga terpaksa salah satu harus bergantian membonceng.

Selama 5 hari, kakak beradik dari dua ibu berbeda itu mengayuh sepeda secara bergantian. Tentu saja, mereka berhenti di sejumlah tempat untuk beristirahat. Yang mengharukan, mereka berangkat juga meski tak punya bekal cukup. Di jalan, para pemilik warung, seringkali iba dan memberi mereka nasi.

"Kami terpaksa naik sepeda karena tak ada biaya," ujar Ikal.

Nenek mereka di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, hanya membekali ongkos Rp150.000. Tiga bocah ini berangkat ke Sumatera untuk menjenguk nenek mereka yang sakit.

"Sudah lama tidak ketemu ibu. Jadi mau pulang. Rencananya nanti ketemu kakak dulu di Ciledug, di Kota Tangerang," ujar Ijal, di Pelabuhan Merak, Kamis (29/06/2017) malam, dikutip dari laman RRI.

Bocah kelas 6 SD itu mengatakan, ayah mereka kerja sebagai sopir bus.

"Ibu cuma pengrajin kayu. Kami ada 7 bersaudara dari dua ibu," timpal Aslam, saudara Ijal.

Kisah mereka terungkap setelah seorang petugas ASDP, Rizky, memuat kisah mereka di Path.

Begini Rizky mengisahkan mereka :

"3 kakak beradik yang menempuh perjalanan mudik dengan sepeda kecilnya. Perjalanan kurang lebih 500km dari indralaya sumatera selatan menuju ciledug. Tim ASDP bertemu dengan mereka di Buffer zone Rumah makan Begadang 4 Bakauheni Lampung.

Mereka bercerita sudah 3 malam melakukan perjalanan dengan bbrp kali menumpang truk hingga akhirnya bs sampai ke bakauheni. Uniknya, kendaraannya ada dua sepeda, jadi salah satu sepeda ada yg "boncengan" selama perjalanan.

Banyak orang yang iba dan akhirnya menolong mereka, salah satunya adalah memberi makanan

Ulasan terkait : Nikahkah Putrinya, Pria Ini Menghembuskan Nafas Terakhir Ketika Ijab Qabul Berlangsung

Selama ini di palembang mereka ikut sama nenek nya dan sudah satu bulan. lebaran ini mereka bertiga memutuskan pulang ke ciledug karena "kangen" mau ketemu Ibu.

Saat ini Tim layanan ASDP 191 akan langsung mengantarkan ketiga bocah tersebut ke rumahnya di ciledug dan langsung berremu sang Ibu,"

Kisah ketiga bocah ini bahkan sampai juga ke Negeri Jiran, Malaysia.

Sejumlah media menulisnya.

Netizen di sana juga menyatakan rasa haru mereka.

Seperti yang ditulis oleh Su Suraya : Kadang2 crite kesusahan yv dikongsi ini membuka mata dan hati kita..adakah kita bersyukur ape yg kita ada..sedangkan ada insan lain yg bersusah payah dlm menjalani kehidupan yg serta mencabar dan penuh dugaan ini..semoga ank2 ini berbahagia beraya bersama ibu mereka..mudah2an Aamiin.

Bagaimana menurutmu?
Top