Mau Jadi Calon Istri Idaman? Jangan Lewatkan 3 Kriteria Ini

Komentar
Wanita mana sih yang gak mau jadi istri idaman bagi suaminya? Setiap lelaki, pasti memiliki pandangan tersendiri bagaimana sosok istri yang sempurna itu.



BACA JUGA: Tak Banyak Diketahui, Ternyata Tangisan Bayi Punya Arti Tersendiri yang Harus Ummi Ketahui

Menjadi seorang istri idaman, tidak harus pintar, cantik, ataupun kaya. Tapi 3 kriteria ini harus ada dalam setiap diri wanita, karena 3 hal itulah yang sangat dibutuhkan oleh seorang lelaki untuk masa depannya begitu juga anaknya, seperti yang dikutip dari ruangmuslimah

1. Taat Kepada Suami 


Seorang gadis yang terbiasa taat pada orang tua, akan mudah taat pada suami ketika sudah menikah nanti. Selama perintah suaminya adalah ma’ruf (tidak menyelisihi syariat) dia segera melaksanakannya. Bila perintah tersebut tidak berkenan, akan dicarinya waktu yang tepat untuk meyakinkan suami agar mengurungkan perintahnya tanpa dibarengi bantahan, penentangan, atau pemaksaan kehendak.

2. Tak harus Cantik, Asal Bersih dan Enak Dipandang 


Meski setiap wanita ingin cantik, tapi sebenarnya banya lelaki yang malah mencari wanita yang natural apa adanya. Buatlah suamimu agar merasa nyaman, tenang dan puas. Rasa lelah yang dirasakan suami setelah bekerja seharian sirna oleh sambutan sang istri. Dengan begitu suami tidak akan berbuat yang tidak-tidak ketika di luar rumah. Hal ini akan mudah dilakukan oleh wanita yang terbiasa bersikap manis dan murah senyum kepada orang tuanya.

3. Rasa Cinta 


Kalau sudah cinta, pasti akan timbul rasa pasrah terhadap keduanya. Wanita yang dalam berbuat dan bertingkah laku selalu berupaya menyenangkan suami dan menjauhi hal-hal yang mendatangkan kebenciannya.



Kalau suami, saat di rumah, tidak mendapatkan istri yang bersikap manis, penuh kasih, bersih, senantiasa tersenyum memikat, perkataan indah, penuh cinta nan suci, akhlak islami serta sentuhan tangan yang penuh kasih sayang, maka di mana lagi dia bisa mendapatkannya?

Wanita salihah adalah yang selalu mengajak suaminya pada kebaikan agama dan dunianya. Bukannya memberatkan, namun justru mengingatkan suami untuk selalu berlaku taat pada Allah subhanahu wa ta’ala, serta memberikan saran dan pendapat demi kemajuan usaha sang suami.
Top