Ingin Mirip Karakter Game Hingga Lakukan Oplas, Pria Ini Malah Dihujat dan Jadi Begini

Tentu saja foto-foto Amirul langsung menjadi viral meskipun ia tidak berharap akan seperti itu. Sebab, seperti yang muncul kemudian, muncul pro dan kontra di media sosial.


Operasi plastik memang bukan hal baru lagi dalam dunia kecantikan. Banyak klinik operasi plastik saat ini karena tingginya permintaan. Bahkan, bagi orang-orang berduit, mengubah bentuk hidung, mata, pipi, bahkan alis, saat ini sudah menjadi gaya hidup.

Ulasan terkait : Jadi Pria Muslim Pertama yang Menikah Sejenis, Salah Satu Alasannya Pernah Jadi Korban Bullying!

Tentu saja para selebriti menjadi pedoman bagi mereka untuk membongkar bagian tubuh mereka, terutama kaum wanita. Namun, obsesi pemuda asal Malaysia ini lebih aneh lagi. Obsesinya adalah untuk mengubah wajah menjadi tokoh game.

Pemuda bernama Amirul Rizwan Musa (21) ini awalnya tak pede dengan wajahnya. Ia punya luka yang tak bisa hilang. Ia kena cacar air pada usia 16 tahun. Dan bertahun-tahun, wajahnya penuh dengan noda hitam bekas cacar yang juga menghilang. Amirul pun melakukan operasi plastik. Selain ingin menutupi luka itu, ia memang begitu terobsesi dengan game dan animasi kartun asal Jepang, Final Fantasy. Karakter Squall Leonhart, menjadi idolanya.

Amirul pun membulatkan tekatnya untuk melakukan operasi plastik demi merubah wajahnya menjadi mirip Squall Leonhart. Tak sedikit dana yang harus dikeluarkan pemuda asal Kelantan, Malaysia ini. Rumor menyebut, ia sudah menghabiskan lebih dari Rp 600 juta untuk operasi ini.

Amirul sebenarnya ingin ia bisa lebih pede saat berada di tengah masyarakat. Tapi sayang, keputusannya malah jadi bumerang. Publik mem-bully keputusannya melakukan oplas. Sehingga Amirul benar-benar menjadi bahan perbincangan netizen saat ini. Banyak dari mereka yang mencibir penampilan Amirul karena mengubah wajahnya dengan menggunakan prosedur operasi plastik.


Ulasan terkait : Gadis 14 Tahun "Dikerjain" 12 Orang Tiga Hari, Netizen Salfok "Bukan Perkosa, Ini Mah Ceweknya Doyan"

"Saya mendapat banyak perhatian sehingga saya kehilangan kepercayaan diri. Orang-orang datang kepada saya di depan umum dan menghina wajah saya. Saya telah menerima serangan semacam ini baik secara online maupun saat berada di jalanan," kata Amirul kepada New Straits Times.

Bahkan, bisnisnya, yakni berjualan produk perawatan wajah, ikut kena imbas. Masyarakat yang tahu bila Amirul melakukan oplas, perlahan tak mamu membeli produknya. Mereka awalnya berpikir bila produk kecantikan itulah yang membuat wajah Amirul berubah.

"Tak cuma publik, beberapa anggota keluarga, bahkan kakakku, mencelaku. Tapi orangtuaku bisa mengerti apa yang telah kulakukan ke wajahku," kata Amirul.
Top