Yuk Yakinkan Orang Tua Kita Mau Menikah Muda!

Komentar

Setiap orang tentunya ingin menikah dengan orang yang telah dicintainya, dan pastinya akan sangat bahagia jika seseorang dapat menikah dengan orang yang dicintainya. Dan untuk melakukan pernikahan itu tentunya kita membutuhkan sebuah dana atau budget agar pelaksanaan pernikahan tersebut dapat berjalan dengan apa yang anda inginkan. Oleh karena itu banyak orang yang menunda pernikahan karena alasan keuangan yang belum siap.

Ulasan terkait : Mengejutkan, Ini Fakta Sebenarnya Ketika Mimpi Bertemu Orang yang Telah Meninggal!

Seperti dirimu yang masih muda dan penuh dengan keinginan yang meluap-luap, apakah kamu sudah punya keinginan untuk menikah? Pernah tidak melontarkan keinginan tersebut kepada orang tua? Pasti tanggapan setiap orang tua beragam. Ada yang menganggapnya bercanda, ada juga yang belum mengizinkan. Semua tergantung kamu juga sih, udah kelihatan siap atau belum untuk menjalani kerumitan rumah tangga.

Kalau orang tua mah nggak mungkin belum mengizinkan tanpa alasan. Orang tua lebih tau tentang diri kita dari pada kita sendiri. Jadi wajar sih kalau kamu belum diijinkan menikah untuk saat ini, tapi mungkin jika waktunya tepat ijin itu akan diberikan. Tapi kalau kamu memang sudah punya keinginan yang kuat untuk menikah dan belum mendapat restu dari orang tua. Bisa coba beberapa cara berikut agar orang tua kamu mengizinkan.

Tunjukan Sikap Dewasa


Salah satu alasan kenapa orang tua tidak mengizinkan menikah adalah kita masih terlalu kekanak-kanakan. Tunjukkanlah sikap yang lebih dewasa di depan orang tua kita. Jangan sampai kamu mau menikah, tapi sikap yang kamu tunjukkan tidak mencerminkan bahwa diri kamu siap untuk menikah.

Pelajarilah bagaimana kehidupan yang akan kamu jalani setlah menikah. Mungkin dari ilmu baru tersebut sikap yang ada dalam diri kamu akan berubah menjadi lebih dewasa.

Memberikan Pengertian


Jika kamu sudah pernah membahas masalah pernikahan dengan orang tua, tapi hasilnya tidak diizinkan. Cobalah mengubah strategi, jangan langsung to the point ke masalah. Mulai dari hal-hal yang ringan dahulu. Sambil sedikit demi sedikit mengarahkan pembicaraan ke masalah pernikahan.

Berikan pengertian bahwa kamu ingin segera menikah. Kalau perlu buat sekalian visi dan misi kamu setelah menikah. Mungkin jika orang tua tau visi dan misi kamu, mereka akan berfikir bahwa kamu benar-benar serius ingin menikah.

Tunjukkan Bahwa Kamu Mampu


Orang tua biasanya nggak akan mengijinkan seorang anak menikah jika dianggap belum mampu. Contohnya seperti kamu masih kuliah, belum punya pekerjaan atau kamu itu anak yang malas. Masak iya orang tua mengijinkan anaknya menikah kalau pendapatan aja belum punya. Pasti komentar pertama yang dilontarkan orang tua,”mau dikasih makan apa nanti istri kamu?”

Mulai benahi dulu diri sendiri, cari pendapatan yang bisa kamu tunjukkan pada orang tua. Kalau biasanya kamu malas-malasan di rumah, sekarang ubah kebiasaan itu.

Bersabar dan Konsisten



Ulasan terkait : "Saya Gila Harta Karena Harta Bisa Dibawa Mati, Maka Saya Titipkan Kepada Mereka untuk Nanti"

Setelah melakukan perbaikan diri, selanjutnya kamu harus bersabar. Bersabar untuk apa? Bersabar terus memperbaiki diri serta konsisten dengan apa yang sudah kamu lakukan. Dengan bersabar dan selalu konsisten, orang tua kamu akan melihat bahwa kamu ternyata seirus. Sudah ada perubahan yang terlihat dan itu adalah perubahan yang baik.

Tinggal bertanya lagi kepada orang tua apakah sudah diizinkan untuk menikah. Semoga dengan semua yang telah kamu lakukan, mereka akan menyetujui apa yang telah kamu rencanakan.

Berdoa


Ini jurus terakhir jika semua cara sudah kamu lakukan. Keputusan terakhir selalu ada di tangan Allah, kita cuma harus meminta saja. Berdoa itu termasuk salah satu usaha kita untuk meminta kepada Allah. Sebelum berdoa, luruskan niat dan maksimalkan usaha. Setelah berdoa, bertawakallah kepada Allah. Semoga Allah mengabulkan semua keinginan baik kamu, aamiin.

Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya.” [H.R. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160].
Top