Wajib Diketahui Bagi yang Mudik, ini 5 Jalur Paling Berbahaya di Pulau Jawa

Komentar
Hari Raya Idul Fitri menjadi geliat yang tak dapat dikalahkan hari-hari besar lainnya. Ramainya mudik dari kota menuju kampung halaman menjadikan jalanan padat. Segala sarana transportasi, darat, laut udara menjadi lebih meningkat dari biasanya.



Mudik adalah ritual tak tertulis yang hukumnya “wajib” buat dijabanin oleh masyarakat di Indonesia.


Alasannya sebetulnya sederhana, tapi luhur. Mereka cuma pengen bisa kumpul bareng sama keluarga besar yang masing-masing anggotanya mungkin udah pada berkeluarga dan menetap di kota lain.

Dan momen lebaran ini dinilai sebagai waktu yang tepat buat jadi ajang kumpul bareng dan saling bertatap muka secara langsung.

Oleh karena itu, banyak orang yang rela menempuh jarak super jauh dan bermacet ria di jalanan padat merayap hanya demi bisa melepas rindu sama ortu dan kerabat dekat mereka.

Namun, jika tak hati-hati, niat mulia para pemudik tersebut ada kalanya bisa berakhir tragis. Di beberapa jalur mudik, yang memang sering dan selalu dilintasi setiap tahunnya, sering terjadi kecelakaan yang bahkan sampai menewaskan korbannya.

Konon, sebagian jalur ini terkenal angker dan menyimpan kisah gaib yang ditengarai menjadi salah satu pemicu utama terjadinya kecelakaan tersebut.

Dikutip dari bombastis.com, berikut ini adalah jalur-jalur mudik di Pulau Jawa yang rawan terjadi kecelakaan.

1. Tol Cipularang – Jawa Barat

Tol Cipularang menjadi jalur bebas hambatan favorit para pemudik khususnya bagi mereka yang ingin memangkas waktu perjalanan dari arah dan menuju Jakarta–Bandung. Hanya saja, jalur yang memberikan kemudahan akses berlalu lintas ini ternyata menyimpan fakta yang cukup mengerikan.


Ilustrasi kecelakaan. 

Ada banyak kecelakaan yang terjadi di tol yang ini yang menyebabkan banyak korban jiwa berjatuhan. Salah satu kecelakaan paling “tenar” yang pernah terjadi di jalur ini adalah insiden yang menyebabkan tewasnya istri narapidana Saipul Jamil, Virginia.

Kejadian itu terjadi di titik 90-100 km. Memang benar, di titik inilah kecelakaan rawan seringkali terjadi. Kamu yang mungkin akan melewati jalur ini nanti, diharapkan untuk berhati-hati.

2. Jalan Cadas Pangeran – Jawa Barat


Buat kamu yang tinggal di Bandung dan kebetulan kampung halamannya berada di Sumedang, patut waspada nih. Pasalnya, sepanjang perjalanan nanti, kamu pasti akan melalui jalur yang satu ini.

Jalur Cadas Pangeran, sesuai namanya, wilayah ini banyak dikelilingi oleh hutan belantara dan perbukitan yang dipenuhi batu-batu cadas.

Di kawasan ini, banyak kecelakaan dan kejadian yang mengerikan seperti pembunuhan sadis di mana mayat yang ditemukan seringkali dalam kondisi yang mengenaskan.

Banyak yang mengaitkan hal ini dengan hal mistis seperti keberadaan sosok hantu wanita yang kerap bergentayangan dan terlihat oleh para pengendara.

Kemunculan hantu tersebut menurut sebagian saksi mata menjadi pemicu terjadinya kecelakaan maut di daerah ini.

3. Jalan Munjul – Jawa Barat

Masih di Jawa Barat, kita sedikit bergeser ke kota Garut. Tak mau kalah dengan Sumedang dan Bandung, Garut juga ikut-ikutan mendapat kepemilikan predikat jalur tengkorak di provinsi Jawa Barat.


Ilustrasi kecelakaan

Jalur ini tepatnya bernama jalan Munjul. Saking parahnya, intensitas kecelakaan yang terjadi di wilayah ini bisa mencapai tiga hingga empat insiden per minggunya.

Konon, banyak warga sekitar juga mempercayai bahwa tempat ini begitu angker dan ditempati oleh makhluk halus yang merupakan penunggu Jalan Munnjul.

Tapi, kalau kamu tak sreg membicarakan hal berbau astral macam ini, kamu bisa percaya pada dugaan sebagian masyarakat lainnya yang mengatakan bahwa salah satu penyebab banyaknya kecelakaan di kawasan ini adalah keberadaan gardu listrik berusia kolot yang mengganggu pengendara yang lewat.

4. Jalur Pantura – Jawa Barat

Wah, kalau jalur yang satu ini sih udah gak perlu diperdebatkan lagi ya. Jalur Pantura adalah jalur mudik paling terkenal di Indonesia.

Pemberitaan mengenai renovasi abadi jalur tersebut yang selalu disiarkan di TV setiap tahunnya, munculnya lagu-lagu dangdut yang menyempilkan nama jalan ini pada judulnya, hingga obrolan terkait hal mistis senantiasa mempopulerkan jalur Pantura di telinga masyarakat.


Ilustrasi kecelakaan.

Di Jalur lintas tiga provinsi ini sudah banyak terjadi kecelakaan hebat yang merenggut puluhan korban setiap tahunnya.

Bagaimana tidak? Bukan cuma mobil pribadi atau sepeda motor yang melintasi jalur ini. Tapi juga truk bermuatan besar hingga truk tronton yang berlalu lalang setiap waktu kerap menambah tingkat kesulitan para pengendara untuk berhati-hati melintasinya.

5. Hutan Blora – Jawa Tengah

Banyaknya area hijau yang terdiri dari pepohonan jati berusia tua menjadikan Hutan Blora sebagai paru-paru provinsi Jawa Tengah.

Namun, keindahan hutan ini dibarengi dengan kisah misterius yang sering terjadi di kawasan ini. Banyak kendaraan berukuran besar yang entah kenapa bisa-bisanya tersesat masuk ke jantung hutan ini.


Ilustrasi

Seperti misalnya bus PO Pahala Kencana berpenumpang 33 orang. Bus yang notabenenya merupakan kendaraan besar ini tiba-tiba secara gaib masuk ke dalam hutan yang lebat.

Padahal, jalur menuju hutan tersebut sangat sempit dan mustahil dilalui oleh sebuah bus. Kejadian yang lebih tak masuk akal seperti itu juga sama-sama pernah menimpa kendaraan besar lainnya, seperti truk tronron.

Kejadian tersebut banyak terjadi di malam hari dan melibatkan sesosok bola api misterius yang membuat para sopir tadi tersesat hingga sampai ke hutan tersebut.

Apabila pas mudik nanti kamu membawa kendaraan pribadi, mohon untuk berhati-hati ya.

Usahakan untuk mempersiapkan bekal sebaik-baiknya, apabila kamu mengantuk, berhentilah sejenak dari perjalanan dan beristirahatlah di warung atau tempat makan pinggir jalan (malam hari kalau udah buka puasa) atau rest area yang telah disediakan oleh pemerintah maupun swasta di beberapa titik mudik.

Patuhi juga arahan dari para petugas lalu lintas dan jangan sembrono menggeber gas demi bisa cepat sampai ke tempat tujuan. Jangan sampai niatnya pengen kumpul keluarga, eh kamu malah pulang cuma bawa nama. Naudzubillah, jangan sampek lah...!
Top