"Wahai Anakku, Bukan Ke Negeri Seberang, Perjalanan Terberat Ialah ke Masjid"

Komentar

Wahai anakku, sudahkah engkau menyapa pemilikmu hari ini? Bukan bapak atau ibu nak, namun Dialah Yang Maha Kuasa dengan seluruh Alam dan seisinya ini. Dekatkan dirimu kepada-Nya dan berharaplah bahwa semua anganmu akan tercapai, dan jangan engkau menyerah karena perjalananmu masihlah sangat panjang.

Wahai anakku, tahukah dirimu kemana perjalan yang sangat jauh dan terberat yang dilakukan oleh seorang manusia?

Ulasan terkait : Hanya Mendengarkan Ceramah, Pria Tua Ini Meninggal Berbau Harum di Bawah Naungan Bedug!

Mungkin engkau telah mengetahui perjalanan Simbad yang penuh dengan tantangan, atau pengorbanan umat-umat sebelum kita yang memperjuangkan kebenaran, serta para pahlawan yang gugur demi melakukan perjalanan membebaskan negara kita dari ketidak adilan.

Wahai anakku, bukan semua itu perjalanan yang cukup berat dan jauh

Mungkin benar pengorbanan mereka adalah berat karena memang perjalanan yang ditempuh pun tak main-main. Akan tetapi ketahuilah anakku, dijaman sekarang ini perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid. Betapa banyak orang yang kaya raya tidak sanggup untuk mengerjakannya. Jangankan sehari lima waktu, seminggu sekali pun terlupa. Tidak jarang pula seumur hidup, tidak pernah singgah ke sana.

Wahai anakku, sangatlah berat ketika seseorang hendak melangkahkan kakinya ke sana

Orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu melakukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas di Eropa, Australia, ataupun Amerika. Mampu melangkahkan kaki ke Jepang, Cina dan Korea dengan semangat yang membara, namun ke masjid, tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh, walaupun telah bergelar Dr. Filsafat


Ulasan terkait : Aktor Fast Furious Tertarik Lakukan Puasa, Lihat Video Vin Diesel Puji Ramadhan!

Pemuda yang kuat dan bertubuh sehat yang mampu menakluki puncak Gunung Guntur Garut dan Cikuray Garut juga Everest pun sering mengeluh ketika diajak ke masjid. Alasan mereka pun beragam. Ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berkata takut dikata alim.

Maka berbahagialah dirimu, wahai anakku. Bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid.

Karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain daripada perjalananmu ke masjid. Biar kuberitahu rahasianya kepadamu. Sejatinya perjalananmu ke masjid adalah perjalanan untuk menemui Rabmu. Itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabi serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabnya.

Maka lakukanlah, walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh, demi mengenal Rabbmu.
Top