Tidur Terus Bangun Pas Mau Buka, Dijamin Puasamu Sia-Sia! Apa Lagi Ya yang Tidak Boleh?


Di era sekarang ini puasa bukan lagi menjadi hal untuk memperbaiki diri malah masih banyak semakin yang menyibukkan diri untuk menyambut Idul Fitri. Benar bukan? Ya, sangat manusiawi memang apalagi nanti ketika lebaran tiba akan banyak sanak saudara yang datang ke rumah sehingga perlu mempersiapkan keperluan untuk hal tersebut. Lalu bagaimana dengan dirimu dan Allah? Sudahkah engkau mempersiapkan amalan baik di bulan ini untuk menjadi lebih baik lagi?

Also read : Asal dalam Perjalanan Bilangnya Musafir, Memang Berapa Jarak Perjalanan untuk Boleh Berbuka?

Berpuasa merupakan ibadah mulia yang diperintahkan oleh Allah SWT bagi umat Islam. Ibadah ini sangat mulia, bahkan termasuk kedalam salah satu dari 5 rukun islam yang ada. Makna bulan puasa bukan hanya sekedar menahan lapar haus dahaga saja, namun ada maksud dibalik itu semua yaitu untuk menjadikan seorang muslim menjadi muslim yang lebih bertaqwa lagi dalam semua hal ketika bulan Ramadhan berakhir.

1. Tidur "Wajar"


Tidur di waktu puasa memang sangat mengasyikkan. Selain waktu terasa pendek ,kita tidak banyak mengeluarka energi. Selain hal tersebut ada hadits yang telah menyebar di kalangan masyarakat bahwa tidurnya orang puasa adalah ibadah.

Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.

Banyak orang berdalil dengan hadits ini sehingga ada yang tidur dari pagi hingga menjelang berbuka baru bangun. Mirisnya banyak juga yang tidur sampai tidak sempat mengerjakan sholat dan hal tersebut seringkali di lakukannya. Padahal hadits tersebut adalah hadits yang dhaif atau lemah sehingga tidak benar untuk dijadikan standar beribadah. Hal tersebut sebagaimana yang dijelaskan oleh syaikh al Bani dalam kitab beliau Silsilah Adh Dho’ifah no. 4696 mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits yang dho’if (lemah).

Kebanyakan orang yang menjadikan dalil hadits tersebut adalah dalam rangka bermalas-malasan. Sebenarnya bisa saja tidur menjadi ibadah pada kondisi tertentu sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Rajab dalam kitab beliau Latho-if Al Ma’arif.

Jika makan dan minum diniatkan untuk menguatkan badan agar kuat ketika melaksanakan shalat dan berpuasa, maka seperti inilah yang akan bernilai pahala. Sebagaimana pula apabila seseorang berniat dengan tidurnya di malam dan siang harinya agar kuat dalam beramal, maka tidur seperti ini bernilai ibadah.

Sebaiknya kita tahu diri dan bisa megatur kapan waktu tidur dan berapa kadarnya. Jangan sampai kita jadikan bulan ramadhan ini dengan bulan yang penuh dengan tidur sehingga kita bnyak kehilangan ibadah utama lainya.

2. Masih Sering Berdusta


Dusta adalah perkataan yang amat tercela terlebih bagi seorang yang sedang berpuasa. Betapa banyak gosip menyebar disela-sela orang berpuasa terutama kaum wanita. Padahal Rosululloh saw bersabda:

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan kebodohan dan justru mengamalakannya maka Alloh tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang ia tahan(puasa dia)." (HR.Ibnu Majah)

Memang perkataan dusta dan sia-sia tidak membatalkan puasa . Akan tetapi perbuatan tersebut menggugurkan pahala bagi orang yang berpuasa. Bahkan hadits tersebut jelas sekali Alloh tidak butuh akan puasa dia. Kita berlindung kepada Alloh dari hal-hal yang sia-sia.

3. Lalai Karena Asyik Nonton


Setiap kali ramadhan datang produser film pun tak mau ketinggalan memproduksi film-film berbau islami. Padahal kalau kita cermati isinya campur aduk antara islami dan jahili. Film film tersebut benar-benar membanjiri hampir di seluruh stasiun tv dan animo masyarakatpun sangat besar sehingga meraih rating yang cukup tinggi. Yang bikin masyarakat lebih terlena sinetron dan acara yang mempunyai rating tinggi tersebut sengaja ditayangkan bersamaan waktu shalat tarawih.

Terkadang sering kali imam tarawih mendapat opsi dari jamaah untuk mempersingkat bacaan sholatnya. Alasannya miris yaitu agar tidak ketinggalan nonton sinetron. Bukan sekedar itu acara sahur yang seharusnya kita isi dengan doa dan istighfar seringkali dilenakan dengan acara TV hingga melalaikan orang dengan shalat subuh berjamaah. Sampai pada tingkat yang kronis banyak orang yang mengisi ramadhan di depan TV dari pagi hingga sore hari.

4. Berlebihan Memasak Makanan


Also read : Anak SD Buat Haru, Menabung dan Disedekahkan Tiap Jumat untuk Ibunya yang Telah Meninggal

Banyak diantara IRT(Ibu Rumah Tangga) ketika di bulan ramadhan hampir setiap hari disibukkan masak di dapur dari waktu habis dhuhur. Memang tujuannya baik untuk mempersiapkan buka puasa, namun kalau setiap hari hal tersebut banyak memakan waktu yang berharga. Inti permasalahannya adalah kebanyakan diantara kita mengubah pola konsumsi ketika ramadhan tiba.

Memang makan hanya dua kali saat buka dan sahur. Namun porsi makan dan masak terkadang jadi 4 kali lebih banyak dari hari-hari biasanya. Selain itu kitapun sering ”balas dendam” saat buka puasa untuk menyantap apa saja yang ada di meja makan. Akibatnya perut kita kekenyangan dan shalat tarawihpun terkadang sambil tiduran. Allohu musta’an.

5. Ngabuburit Hambar


Budaya nagbuburit alias jalan-jalan tanpa tujuan menunggu waktu berbuka banyak dilakukan orang di jalanan dan pusat perbelanjaan. Kalau kita pikir habis deh ramadhan kita jika habis sahur kita tidur sampai siang, kemudian siang masak-masak dan sore ngabuburit. Seharusnya kita pergunakan waktu ramadhan untuk membaca al qur’an atau menghafalnya. Bisa juga menggunakan waktu kita untuk memperdalam keislaman lewat kajian-kajian islam, membaca buku dan majalah islami dll. Memang ketika ngabuburit dan nongkrong rasa haus dan lapar hilang. Sebenarnya kalau kita renungkan rasa lapar dan dahaga itulah keindahan berpuasa. Bagaimana tidak, disaat rasa lapar dan dahaga menggayuti diri kita maka kepedulian sosial kita pun tumbuh kepada fakir-miskin disekitar kita.

Sayang kalau kita habiskan ramadhan untuk ngabuburit dan nongkrong di jalanan. Ramadhan adalah mutiara zaman jangan sampai kita sia-siakan. Seharusnya kita benar-benar maksimal dalam mendulang pahala di bulan puasa.


Top