Mudik Ambil Kredit Mobil, Setelah Lebaran Lupa Bayar Cicilan. Riba Memang Susah!

Komentar
Ini bukan omong kosong. Ada faktanya! Saat Ramadhan ramai-ramai lakukan riba? Dan efeknya tinggal memetik, setelah lebaran.


silaturahim.co.id

Fakta kredit bermasalah usai hari raya Idul Fitri rasionya mengalami peningkatan. Dikutip dari detikFinance, hal itu terjadi sementara karena uang yang seharusnya digunakan untuk bayar cicilan tidak sengaja terpakai untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.

Baca Juga: Naudzubillah! Satu Bulan Jalankan Ibadah Ramadhan, Tapi Juga Lakukan Dosa Besar

Direktur Utama PT Astra Sedaya Finance Jodjana Jody mengatakan setiap momen Lebaran, pengeluaran nasabah memang lebih besar karena banyak kebutuhan.

Tahun ini, menurut dia, nasabah memiliki beban ekstra. Sebab, waktu Lebaran dengan tahun ajaran baru berdekatan.

"Nasabah ada pengeluaran untuk Lebaran, mudik dan biaya sekolah, itu semua waktunya berdekatan. Hampir bersamaan dan ini akan pengaruh ke kemampuan membayar konsumen," kata Jodjana saat dihubungi detikFinance, Selasa (20/6/2017)

Dia menyebutkan memang setiap tahunnya rutin terjadi peningkatan pada kredit bermasalah usai Lebaran. Tapi ini hanya sementara. Perusahaan memiliki strategi untuk terus meningatkan nasabah agar membayar cicilan sebelum jatuh tempo.

Direktur Utama PT Mandiri Tunas Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo mengungkapkan, hal ini biasanya terjadi pada nasabah yang sebelumnya tidak pernah bermasalah dengan cicilan.

"Biasanya nasabah kehabisan uang karena mudik, uangnya terpakai untuk kebutuhan Lebaran mereka lupa dan belum bayar angsuran. Padahal biasanya mereka tidak pernah nunggak cicilan," ujar Satyo.

Dia menyebutkan, perusahaan menggunakan seluruh jaringan komunikasi mulai dari telepon, sms, WhatsApp hingga email untuk penagihan.

"Temporary NPL itu memang pasti ada, tidak terlalu besar lah, bulan berikutnya sudah normal lagi," imbuh dia.

Untuk meminimalisir NPL, tim MTF akan lebih cepat memulai penagihan. Yakni sudah beroperasi terbatas pada 29 - 30 Juni.

Direktur PT Federal International Finance (FIF) Hendry Christian mengungkapkan kredit bermasalah yang naik usai Lebaran memang kerap terjadi.

Hendry melakukan antisipasi dengan giat menginformasikan tempat pembayaran angsuran seperti di minimarket dan channel lain.

"Nasabah biasanya ada di kampung, kan mereka mudik, kami sebagai leasing akan rajin mengingatkan nasabah ya, agar mereka tetap bayar angsuran meskipun di kampung halaman," ujarnya.

Ingat ya! Dosa riba yang paling ringan adalah seperti berzina dengan ibu kandung sendiri. Itu jika hanya riba 1 dirham (sekitar Rp 3.620, kurs Juni 2017).  Nah pintu riba itu ada 73. Kalau kredit ratusan juta, nah masuk pintu yang mana?

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.”(HR. Muslim no. 1598)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih)

“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya)
Top