Kucing & Anjing yang Dibikin Sate Untuk Dijual di Bazaar Ramdhan, Ternyata Sebenarnya...

Beberapa hari lalu, netizen dihebohkan dengan berita penjual kucing dan anjing yang dibikin sate untuk dijual di Bazaar Ramadhan. Berita yang berasal disebarkan oleh Alan Tan itu tidaklah benar, karena ini faktanya.



BACA JUGA: Awalnya Pria Ini Merokok Disamping Orang Shalat, Tapi Netizen Langsung Nyesek Lihat Endingnya

Dikutip dari tribunnews, awalnya, kisah ini dibagikan oleh seorang pria bernama Alan Tan yang mengunggah beberapa foto lewat akun Facebook miliknya. Akhirnya, foto itu menjadi viral dan menimbulkan banyak kontroversi.

Bagaimana tidak, dalam unggahnnya ini, sang pria menulis keterangan yang menghebohkan. "Kedai 124, ditemukan menjual sate anjing dan kucing. "Petugas MOH menangkap pelaku di Geyland Raya dan menemukan yang dianggap daging anjing dan kucing sedang dibumbui menjadi sate." Terlihat, sang pria mengunggah 4 foto yang memperlihatkan beberapa pria sedang membuat sate yang disebut berbahan daging anjing dan kucing.

Terlihat pula dalam sebuah foto seekor anjing yang sedang dikuliti. Tentu saja, unggahan ini membuat netizen jadi ribut berspekulasi. Banyak di antara mereka yang tak percaya dengan unggah pria asal Singapura ini.

Para netizen berpendapat bahwa kejadian ini seperti tidak tejadi di Singapura. Melihat kehebohan yang terjadi di kalangan masyarakat, pihak berwajib pun bertindak. Singapore’s National Environment Agency (NEA) kini sedang melakukan investigasi mengenai unggahan yang dibuat Alan Tan.

"National Environment Agency (NEA) sadar akan pesan yang beredar online yang mengatakan ada sebuah kedai di Geylang Serai Bazaar menjual sate dari daging anjing dan kucing.

Berdasarkan inspeksi NEA pada 31 Mei 2017, Kedai 124 di Geylang Serai Bazaar menjual dengdeng dan bukan sate, seperti yang ditulis di unggahan. Investigasi lebih dalam sedang dilakukan."

Belakangan diketahui bahwa foto penangkapan tersebut adalah para pekerja yang ditangkap karena bekerja secara ilegal. Sementara foto lainnya diambil dari berbagai situs internet. Menganggap unggahan yang dibuat pria ini adalah hoax, netizen ramai meminta pelaku menghapus tulisannya.

Nah, oleh karena itu guys.. jangan mudah percaya sebelum diketahui kebenarannya. Meski begitu, tetap waspada ya, terutama mengenai makanan yang bakal kita dan keluarga kita konsumsi nantinya.
Top