Ini Arti Sumpah "Mubahalah" yang Diucap Habib Rizieq

Komentar

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab melontarkan sumpah Mubahalah terhadap orang-orang yang dianggapnya telah memfitnah dirinya. Rizieq membantah terlibat dalam kasus chat mesum dengan Firza Husein.

Berikut isi sumpah Mubahalah yang diunggah di akun Twitter resmi Rizieq, Februari 2017 lalu:

"Demi Allah, Alhamdulillah, sejak saya memasuki usia taklif hingga saat ini, saya tidak pernah mencuri, merampas, merampok, membunuh, berjudi, menenggak miras, sodomi ataupun berzina.

Jika saya berdusta maka laknat Allah SWT atas diri saya. Dan jika saya benar, maka mereka yang memfitnah saya dan tidak bertaubat akan dilaknat oleh Allah SWT di dunia dan akhirat."

Apakah arti Mubahalah?

Kata Mubahalah berasal dari kata Bahlah atau Buhlah yang berarti kutukan atau laknat. Dalam praktiknya, sumpah Mubahalah dilakukan oleh dua pihak yang berperkara sama. Mereka kemudian berdoa kepada Tuhan agar menjatuhkan laknat kepada pihak yang mengingkari kebenaran (Quraish Shihab–Tafsir al-Mishbah (Lentera Hati, Djuanda), Jilid 2.

Sumpah Mubahalah merujuk kepada salah satu ayat di surat Alquran.

BACA JUGA : Berani Ejek Puasa, Pria Kebumen Ini Tewas Tersambar Kereta

"Kemudian sesiapa yang membantahmu (wahai Muhammad) mengenainya, sesudah engkau beroleh pengetahuan yang benar, maka katakanlah kepada mereka: "Marilah kita menyeru anak-anak kami serta anak-anak kamu, dan perempuan-perempuan kami serta perempuan-perempuan kamu, dan diri kami serta diri kamu, kemudian kita memohon kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, serta kita meminta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang berdusta." (Surah Ali Imran ayat 61).

Ustaz Syamsul Arifin Nababan, pendiri pondok pesantren mualaf An Nabba Center menjelaskan, sumpah Mubahalah adalah sumpah atas nama Allah SWT untuk masing-masing itu membuat sebuah pernyataan dalam sebuah masalah, biasanya terkait kasus fitnah.

Di dalam Islam ketika seseorang difitnah boleh menantang orang yang memfitnah itu melakukan sumpah Mubahalah.

"Nah misalnya katakan dua orang bertikai, dia mengatakan 'Saya bersumpah dengan nama Allah SWT atau demi Allah SWT apabila pernyataan saya ini salah atau saya bohong si fulan yang benar maka saya siap dilaknat oleh Allah SWT, saya keluarga saya, anak saya dan keturunan saya semuanya. Tapi apabila saya yang benar dan yang memfitnah saya salah maka dia bersama anak dan keturunannya dilaknat oleh Allah SWT'," kata pria yang biasa dipanggil ustaz Nababan kepada merdeka.com, di pondok pesantren mualaf An Nabba center, Ciputat, Senin (12/6).

Jadi sumpah mubahalah itu untuk saling melaknat. Sumpah ini tingkatan sumpah yang terakhir dan paling tinggi. Kata dia, dalam sumpah itu Allah memberikan azab atau laknat secara langsung tanpa menunggu beberapa hari. Istilahnya sumpah ini adalah sumpah serapah.

"Jadi salah satu pasti ada yang dilaknat Allah tapi banyak yang meninggal atau stroke itu banyak," ucap ustaz Nababan.
Top