Ini Alasan Tulisan yang di Plagiat Afi Langsung Viral Ketimbang Penulis Aslinya

Komentar

Facebook/ detik.com

Publik pun tersentak saat tulisan Afi, remaja SMA dari Banyuwangi yang langsung viral itu ternyata sebuah karya plagiarisme. Sontak akun facebooknya pun ditutup saat ini. Netizen tak bisa mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan tentang hal ini.


portal-islam.id

Namun mungkin menjadi pertanyaan, bagaimana bisa tulisan itu bisa viral ditangan remaja yang baru lulus sma ini. Kenapa tidak viral saat ditulis oleh penulis aslinya dulu. Mengutip akun facebook Irfan Noviandana. Berikut alasan kenapa tulisan Afi lebih viral daripada karya aslinya.



Tangan - tangan dibelakang Afi Nihayah Faradisa
Pertama - tama saya memohon maaf kepada dik Afi jika akhirnya kami saudara - saudara dalam iman dan islam ini mengkritik dan membuka kekuranganmu via media sosial ini. Sebenarnya diantara kami ini sudah banyak yang berusaha mengingatkanmu melalui komentar dalam tulisan - tulisan yang viral atas nama kamu.

Namun dengan berat hati kami harus membuka kekuranganmu agar masyarakat pada umumnya dan umat islam pada khususnya tidak tersesat membaca tulisan yang kamu bagikan via media sosial.

Landasan tahdzir atau peringatan umat dikhalayak umum dengan membuka kekurangannya sebagai berikut :

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
« يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله؛ ينفون عنه تحريف الغالين, وانتحال المبطلين, وتأويل الجاهلين »
“Agama ini diemban di setiap zaman oleh para ulama; yang menyisihkan penyimpangan golongan yang ekstrim, jalan orang-orang batil dan ta’wilnya orang-orang yang jahil.” (HR. Al-Khathib al-Baghdady rahimahullah dalam Syaraf Ashab al-Hadits (hal. 65 no. 51)

Imam al-Qarafi rahimahullah berkata, “Hendaknya kerusakan dan aib ahlul bid’ah serta pengarang buku-buku yang menyesatkan dibeberkan kepada umat, dan dijelaskan bahwa mereka tidak berada di atas kebenaran; agar orang-orang yang lemah berhati-hati darinya sehingga tidak terjerumus ke dalamnya. Dan semampu mungkin umat dijauhkan dari kerusakan-kerusakan tersebut.” (Al-Furuq, IV/207)

Dalam tulisan ini saya mengingatkan kepada kaum muslimin bahwa ada tangan - tangan kaum sekuler dan orang - orang liberal yang sengaja dan terorganisir mempromosikan pemikiran - pemikiran pluralisme ini dengan mengorbankan Afi Nihayah. Walapun dua tulisan yang viral tersebut adalah sebuah pemikiran orang lain yang diplagiat menjadi karya tulis dan dianggap sebagai buah pikirannya dik Afi.

Padahal jika penulis aslinya yang dipromosikan, saya yakin akan ditolak oleh kaum muslimin berhubung ybs saya mengidentifikasi seorang agnostic

silakan baca pikirannya disini https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1670948279879480&set=a.1388001711507473.1073741828.100008929718959&type=3&theater

Coba bayangkan hari ini, yang diundang oleh Jokowi adalah penulis aslinya Mita Handayani, karena tulisan - tulisan Afi adalah buah karya pikirannya, coba bayangkan jika yang diundang Rossi adalah seoarang yang mengkampanyekan LGBT, pasti tidak akan laku didagangkan oleh media dan akademisi.

Namun media telah menggadang - gadang sebagai sosok muda yang mengisnpirasi, bahkan Menteri Agama, walikota Bandung Ridwan Kamil dengan bangga berfoto bersama anak yang menjadi tumbal kaum liberal ini.

Saya menyebutnya dia menjadi tumbal kaum liberal karena memang tulisannya disupply oleh penyebar paham liberal, bukan dari buah pikiran Afi sendiri.

Selain dipromosikan oleh media, akademisi, dan pemerintah, ada tangan lain dibelakang Afi yang mempromosikannya ini. Salahsatunya adalah sebuah komunitas Turn Back Hoax seperti Muhammad Jawy, dan Harry Sufehmi yang telah mendukung anak ini, padahal mereka ini biasa mengkampanyekan agar masyarakat meningkatkan literasi. Eh malah sosok yang didukung ini sangat rendah dalam literasi.

Menyalin tulisan seseorang tanpa disertai sumbernya, fatalnya lagi dalam tulisan tersebut menyalin satu paragraf tentang Wahabi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan karena terdapat kebohongan alias hoax. Seperti kisah lalat yang katanya diambil dari Kitab Tsalasatul Usuhul. Sudah banyak yang mengingatkan bahwa tulisan Afi (yang disalin dari Mita) tidak terdapat dari kitab yang disebutkan, ini membuktikan rendahnya literasi mereka.

Pihak - pihak yang ada dibelakang Afi Nihayah harus bertanggungjawab, karena Afi dimunculkan oleh mereka, dan kita terpaksa mengungkapkan siapa sosok Afi agar masyarakat Indonesia, kalangan akademisi, Pemerintah, dan umat islam pada khususnya tidak lagi terjerumus kedalam pemikiran yang disebarkan oleh Afi yang bersumber dari para liberalis.

Terakhir saya mengutip ayat Al Qur'an.
وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
sumber rujukan landasan mentahdzir :

https://muslim.or.id/220-upaya-menjaga-kemurnian-islam-menyoal-tahdzir-dan-norma-normanya.html

Oleh Irfan Noviandana
Top