Diminta Persiapkan Pemakaman Untuk Anaknya Yg Prematur, Setelah Curhat di Facebook Orang Tua Ini Dapatkan Mukjizat

Komentar


Kehamilan bisa dibilang sebagai kabar yang begitu ditunggu-tunggu oleh sepasang suami istri.

Lewat datangnya kehamilan, keinginan untuk memiliki momongan pun akan segera tercapai.

Untuk menyambut kelahiran anaknya ini, kebanyakan orang tua pasti sibuk mencari berbagai perlengkapan bayi.

Hal ini tentu saja menunjukkan betapa cintanya mereka akan sosok anak yang nantinya akan mereka besarkan.

Namun terkadang, kabar kehamilan ini juga bisa membuat sosok orang tua jadi hancur hatinya.

Hal inilah yang sempat dirasakan oleh sosok Tammy Smith dari Worcester, Inggris dan suaminya Adam Smith.

Pada awal masa-masa kehamilannya, semuanya berjalan lancar.

Tammy (26) menjalani kehidupan rumah tangganya seperti biasa, sedangkan Adam (29) tampak bekerja lebih semangat untuk mempersiapkan dana guna menyambut kelahiran sang anaknya kelak.



Ekspektasi terkait kebahagiaan memiliki anak ini tiba-tiba remuk redam setelah adanya kejadian mengejutkan yang dialami Tammy.

Pada tanggal 17 Februari, 2016 lalu, air ketubannya pecah.

Hal ini tentu membuat Tammy dan Adam jantungan karena hal ini terjadi 20 minggu lebih cepat dari waktu kelahiran anak mereka!

Setelah dilarikan ke rumah sakit, anak Tammy dan Adam pun terpaksa dilahirkan secara prematur.

Mendapati kabar mengejutkan ini, dunia Tammy dan Adam seakan berhenti setelah mereka mendengar sebuah informasi dari dokter perihal bayinya ini.

Para dokter mengatakan bahwa anak prematur dari Tammy dan Adam ini tidak memiliki kemungkinan hidup yang cukup lama lagi karena terlahir begitu cepat dari waktunya.

Menyesakkannya lagi, sang dokter memberikan wejangan kepada keduanya untuk segera mempersiapkan pemakaman untuk anaknya ini.

Mendengar nasihat dari dokter ini, Tammy dan Adam pun akhirnya mengikhlaskan diri dan memesan sebuah peti mati berwarna biru untuk anaknya ini.



Setelah segala jenis perlengkapan pemakaman seperti bunga, nisan, dan lainnya telah dipesan, entah kenapa intuisi Tammy sebagai seorang ibu justru mengatakan hal yang lain.

Tammy tiba-tiba kembali meyakinkan dirinya kembali untuk jangan menyerah terhadap kondisi anaknya ini.

Setelah menelusuri Facebook, ia menemukan grup bernama Little Heartbeats Grup ini berisikan orang-orang yang coba mengalakan kesadaran akan premature rupture of membranes (PPROM) atau penanganan terhadap bayi-bayi yang terlahir prematur.

BACA JUGA: VIDEO: Banyak Yg Berharap Mempunyai Anak, Wanita Ini Malah Buang Bayinya Begitu Saja, Fokus Gerakan Tangannya

Melihat curhat dan saran-saran dari kisah hidup para ibu yang memiliki anak prematur, Tammy pun kembali bersemangat untuk memperjuangkan hidup anaknya ini.

Mengikuti saran medis dan perawatan yang dibicarakan dalam grup tersebut, Tammy mampu membawa anaknya hingga menempuh usia 24 minggu.



Namun, cobaan berat menghinggapi Tammy saat bayinya ini masuki usia 30 minggu.

Di saat inilah, sang bayi menghadapi tahapan kritis Meconium dimana seharusnya sang bayi BAB untuk pertama kalinya di dalam kandungan.

Namun apa yang terjadi kemudian?



Sang bayi yang akhrinya diberi nama Jesse ini bisa tumbuh dewasa dan sehat hingga sekarang
Top