Cara Menebus Dosa-Dosa Kita, Diantaranya Dosa Mencuri

Komentar
Semua manusia yang hidup di dunia ini pasti tak luput dari salah dan dosa. Baik sadar atau tidak telah melakukan dosa, namun yang terpenting adalah meminta ampunan untuk sebagai tebusan dosa - dosa kita.

Ada sebuah hadist yang menyebutkan bahwa sakit adalah pelebur dosa, benarkah demikian?



Mengutip tanyajawabagamaislam.blogspot.com, ada sebuah pertanyaan tentang sakit dan hubunganya dengan dosa - dosa yang telah lalu.

Assalamualaikum Ustadz, kurang lebih 2 bulan lalu saya baru sakit yang menurut dokter tak ada penyakit dalam tubuh saya, sejak saat itu saya baru sadar saya begitu banyak dosa dan mungkin itu adalah cara Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan saya bahwa saya harus taubat. dan Alhamdulillah dengan dzikir tiap sholat penyakit itu mulai berangsur sembuh. Allah subhanahu wa ta’ala begitu sayang dan memberi kesempatan untuk bertaubat.

Ustadz yang saya mau tanyakan bagaimana saya menebus dosa-dosa saya yang lalu?
(Anna)

Jawab:
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah yang telah memberikan hidayah kepada kita semua.

Demikianlah Allah memberikan cobaan untuk mengingatkan hambaNya, dan berbahagialah orang-orang yang ingat.

Diantara penebus dosa adalah taubat nasuha. Para ulama menyebutkan bahwa taubat nasuha memiliki 4 syarat:

1. Menyesali apa yang telah berlalu.
2. Meninggalkan perbuatan tersebut.
3. Berniat untuk tidak mengulanginya di masa yang akan datang.
4. Mengembalikan hak orang lain kalau dosa tersebut berkaitan dengan hak orang (seperti mencuri dll).

Diantara penebus dosa tersebut adalah tauhid, karena Allah akan mengampuni dosa-dosa kita selama kita tidak berbuat syirik kepadaNya.

Gantilah dosa-dosa yang kita lakukan dengan amal-amal kebaikan yang sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kita jauhi perbuatan bid’ah.

Hendaknya mencari ustadz dan teman-teman yang shalih yang bisa menasehati kita dan membimbing kita kepada jalan istiqamah, dan menjauhi teman-teman yang mengingatkan dan mengajak kita kepada dosa kembali.

Catatan: Dzikir setelah shalat merupakan amalan yang disyari’atkan namun jangan diyakini bahwa kita sembuh sebab mengamalkan dzikir setelah shalat karena yang demikian membutuhkan dalil.
Wallahu a’lam.
Ustadz Abdullah Roy, Lc.
Top