Anak Sapi Berwajah Mirip Manusia Ini Disembah Warga, Alasannya Bikin Melongo

Seperti yang kita tahu, di India mayoritas penduduknya beragama hindu. Di agama tersebut, sapi dianggap suci dan bahkan derajatnya bisa lebih tinggi daripada manusia hingga menyembah sapi-sapi tersebut.



BACA JUGA: Ada Lokasi Bersalju Baru di Indonesia? Ada di Jawa Tengah Loh!

Seperti yang terjadi di India utara ini, yang dihebohkan denagan kemunculan sosok sapi yang dinilai terlihat mirip seperti manusia. Meski sudah mati sejam setelah dilahirkan, sapi itu dianggap sebagai reinkarnasi Dewa Wisnu.

Dikutip dari sindonews, warga menganggap jika wajah, terutama mata, hidung dan telinga sapi tersebut sangat mirip dengan manusia. Bangkai anak sapi itu ditempatkan di penampungan hewan di Muzaffarnagar, Uttar Pradesh, India utara.

Dalam sebuah rekaman video, para penduduk desa memberikan karangan bunga untuk anak sapi yang diletakkan di kotak kaca. Mereka kemudian membungkukkan badan sebagai simbol penyembahan atau pemujaan sebelum hewan itu dikremasi.

Penduduk desa percaya bahwa anak sapi itu merupakan “Gokaran” salah satu inkarnasi Dewa Wisnu. Mereka berencana membangun kuil suci untuknya. “Dewa telah lahir dari tubuh seekor sapi lokal,” kata Mahesh Kathuria, 50, seorang pengusaha lokal yang datang untuk melihat anak sapi tersebut.

”Kami datang ke sini untuk mencari berkahnya, secara keagamaan. Ini adalah inkarnasi Wisnu. Kami percaya ini adalah karakter serupa yang disebutkan dalam Bhagavata Puran, sebuah kitab agama Hindu,” ujarnya.

Raja Bhaiya Mishra, 55, manajer di tempat penampungan hewan menganggap kelahiran anak sapi itu sebagai keajaiban.”Merupakan keajaiban bahwa anak sapi lahir di tempat penampungan ini,” ujarnya. ”Ribuan orang telah berada di sini untuk melihatnya. Kami akan mengkremasinya dalam tiga hari dan sebuah kuil akan dibangun untuknya,” ujarnya.

Meski anak sapi itu disakralkan, namun seorang dokter hewan mencoba membuang takhayul yang bermunculan. Dr Ajay Deshmukh, dokter hewan senior di Wildlife SOS, di India, mengatakan; ”Ini adalah kasus anomali anatomis”.

”Jika gen tidak berkembang dengan baik atau ada kesalahan, ini menyebabkan kelainan struktur ganda, dan anomali semacam itu terjadi,” katanya, seperti dikutip dari Daily Mirror, Minggu (4/6/2017).
Top