Anak Punya Beberapa Tanda Ini? Waduh, Bisa Jadi Dia Adalah Korban Pedofilia Lho Bunda!


Mengulik kembali kisah pedofilia di negeri kita, bunda harus waspada. Seperti di grup facebook khusus pedofil beberapa waktu lalu, dimana terdapat sekitar 7000 anggota, dan yang tertangkap hanya 4. Bagaimana menurutmu?

Terbongkarnya jaringan pedofil di Facebook “Official Candy’s Group” beberapa kurun waktu yang lalu mungkin mampu membuka mata kita bahwa tidak menjamin bahaya pedofilia di Indonesia berakhir. Ingat, ada lebih dari 7.000 anggota di grup itu, sementara baru empat tersangka yang tertangkap polisi.

Artikel pilihan : Anak Suka Menangis Tengah Malam? Pastikan Dirinya Tak Diganggu Jin dengan Membaca Surat Ini

Artinya, pelaku pedofilia masih bergentayangan di mana-mana. Oleh sebab itu, para orangtua harus tetap waspada dan selalu menjaga anak-anaknya agar terhindar dari jala penebar virus pedofilia. Yang kemudian menjadi persoalan adalah bagaimana mencirikan jika si anak pernah menjadi korban pedofilia?

Terjadi Perubahan Perilaku Sēksual


Semakin hal ini terlihat pada anak-anak, semakin tinggi kemungkinan hal itu berkaitan dengan penganiayaan sekšuâl.

Salah satunya keinginan mendadak untuk menyentuh tubuh mereka, menyentuh tubuh anak-anak lain atau bahkan orang dewasa, ingin orangtuanya menyentuh mereka,” ungkap Karel R. Amaranth, direktur pelaksana J.E. and Z.B. Butler Child Advocacy Center di The Children’s Hospital at Montefiore Medical Center, New York.

Hal ini sering kali dilakukan sebagai dorongan untuk menormalisasikan perilaku yang mereka alami dengan si penganiaya. Kadang-kadang hal ini juga merupakan tanda ketika anak dipertontonkan pada pornografi.

Terjadi Perubahan Rasa Takut Secara Tiba-tiba


Termasuk takut berada di sekitar orang tertentu, atau takut menghadiri aktivitas yang biasanya mereka sukai. Yang juga perlu diingat, bahwa anak sering kali sangat melindungi si penganiaya. Sehingga, kadang-kadang anak akan mencoba menyembunyikan identitas mereka, khususnya jika kita bertanya mengenai hal itu.

Perubahan Mendadak Pada Kepribadiannya


Misalnya, dari yang biasanya sangat tenang menjadi sangat agresif. Dari yang biasanya terbuka menjadi sangat pendiam dan menarik diri.

Kerap Mengekspresikan Kemarahan dan Agresi Pada Anak yang Lain


Pada anak-anak yang masih kecil, hal ini terlihat ketika ia sedang bermain dengan mainannya, atau teman mainnya, dan kadang-kadang membuat mereka menjadi korban bully. Pada anak-anak yang lebih besar, kemarahan dapat diwujudkan dengan menyalahgunakan obat-obatan terlarang atau alkohol.

Kebiasaan Tidur yang Berubah


Seperti tidur lebih lama daripada biasanya, atau kesulitan tidur. “Anak-anak mungkin juga jadi terobsesi dengan kerahasiaan atau privasi, contohnya mengunci pintu kamar tidurnya,” kata Donna Fielder, PhD, assistant professor dan pekerja sosial di LaSalle University, Pennsylvania.

Terobesi Dengan Api


Ada koneksi antara ketertarikan dengan api dan penganiayaan, kemungkinan berkaitan dengan anak yang diseksualisasikan secara berlebihan akibat penganiayaan,” ujar Donna.

Pada anak-anak yang masih kecil, ketertarikan pada api diwujudkan dengan gambar-gambar api, atau gambar-gambar yang menggunakan banyak warna merah.

Menggambar Hal-hal Aneh


Gambar anak-anak terkadang banyak menunjukkan tanda-tanda penganiayaan dan depresi yang menjadi akibatnya, jika gambar-gambar itu menunjukkan mereka yang seolah tak berarti dengan kehadiran orang-orang yang berkuasa.


Artikel pilihan : Orang Lain Banyak yang Tak Tahu Tengah Hamil, dan Kenapa Juga Janin Hasil Zina Lebih Mudah Dilahirkan?

Terjadi Perubahan Dalam Kebiasaan Makan


Seperti makan berlebihan atau malah berkurang. Remaja perempuan yang mengalami penganiayaan seksuäl berulang-ulang bisa menjadi anoreksia, atau menjadi gemuk, karena berharap mereka menjadi tidak menarik bagi penganiayanya.

Ada Bukti Fisik Kekerasan Sekšual


Cari tahu apakah ada tanda-tanda fisik dari penganiayaan sèksual, seperti penis yang tidak biasa, atau ada cairan vagina, rasa nyeri di area kelamin, memar di tubuh, atau luka yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya, tanda-tanda pada tubuh, selalu ingin buang air kecil, atau justru sulit berkemih.

Lebih dari itu, perubahan signifikan apa pun dalam perilaku akan tampak tidak normal. Misalnya perubahan kepribadian, perilaku, kebiasaan, apa yang disuka dan tidak disuka, dan khususnya perubahan sikap terhadap sesuatu yang biasanya disukai anak, misalnya olahraga, menari, atau apa pun.
Top