Wahai Muslim, Jagalah Imanmu dengan Tidak Menindas Mereka yang Non Muslim

Menajlani hidup bermasyarakat, satu hal yang terpenting adalah toleransi antar manusia, ras dan agama. Dengan terjaganya sifat toleransi, maka terjaga pula kedamaian antara umat satu dan lainnya. Begitu juga dengan umat muslim.

gambar hanya ilusrasi

BACA JUGA: Anda Benar-benar Cintai Rasulullah SAW? Buktikanlah

Banyak diluar sana yang melukai bahkan melenyapkan suatu kaum (genosida) terhadap umat muslim, mencela, hingga menganggap agama islam adalah agama teroris. Namun sebagai sesama umat muslim, pasti kita akan merasa iba dan bersimpati bukan? Lalu apakah kedzaliman semacam ini harus kita lawan dengan kedzaliman juga?

Dikutip dari infodunia, Wajib berlaku adil dalam setiap keadaan. Allah Subhanahu wa Taala berfirman dan memerintahkan agar kita berbuat adil, "Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (Al-Mumtahah: 8).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sadiy rahimahullah menjelaskan, "Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik, menyambung silaturahmi, membalas kebaikan , berbuat adil kepada orang-orang musyrik, baik dari keluarga kalian dan orang lain. Selama mereka tidak memerangi kalian karena agama dan selama mereka tidak mengusir kalian dari negeri kalian, maka tidak mengapa kalian menjalin hubungan dengan mereka karena menjalin hubungan dengan mereka dalam keadaan seperti ini tidak ada larangan dan tidak ada kerusakan" (Tafsir Ar Sadi).

Sekalipun kita merasakan kesedihan yang mendalam terhadap keadaan saudara kita yang terzalimi dan merasakan kemarahan yang amat sangat terhadap kaum kuffar yang memerangi kaum Muslimin, Allah menuntut kita untuk berlaku adil dalam setiap keadaan.

Allah Taala berfirman: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS. Al Maidah: 8).

Maka, walaupun dalam keadaan marah dan sedih, kita wajib berlaku adil. Yaitu, menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, dengan menjalankan segala sesuatunya sesuai tuntunan syariat tanpa berlebihan atau meremehkan.

Tidak boleh menganggu non-muslim tanpa sebab syari.

Inilah kemuliaan ajaran Islam, tidak boleh kita menzalimi orang non-muslim sekalipun jika mereka memang tidak bersalah. Kedzaliman adalah kegelapan di hari kiamat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Kezhaliman adalah kegelapan (yang berlipat) di hari Kiamat".

Kita dilarang menzhalimi kafir muahad (kafir yang ada perjanjian damai dengan kaum muslim), termasuk di zaman sekarang perjanjian dan kerjasama antar negara. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Ingatlah, siapa yang mendzalimi seorang kafir muahad, merendahkannya, membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya, maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamat" (HR. Abu Daud, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami).

Bahkan tidak boleh dibunuh juga dan ancamannya besar, yaitu tidak mencium bau surga. "Siapa yang membunuh kafir Muahad ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun" (HR. Bukhari).

Lihat bagaimana mulianya ajaran Islam yang tidak membolehkan berbuat zalim kepada siapapun tanpa sebab yang syari. Nah, janganlah membalas suatu keburukan dengan keburukan lain. Tidak akan teratasi, malah akan menambah masalah. Iya apa iya?
Top