Untukmu Si Orang Kaya, Yakinkah Bahwa Allah Sudah Mencintai Dirimu?

Komentar

Tiada satu pun karunia yang diperoleh seseorang yang bersikap tawadhu kepada Allah, kecuali Allah meninggikan derajatnya.” (HR Muslim).

Pada kehidupan era kini, kekayaan menjadi salah satu penyebab manusia tinggi hati. Dengan materi yang dimiliki orang yang diberi harta lebih ini seolah mampu membeli kenikmatan duniawi. Tidak dipungkiri, kekayaan mampu menumbuhkan sifat sombong terhadap sesama.

Nabi Muhammad bahkan merisaukan umatnya jika memiliki banyak harta. Karena menurutnya, orang miskin lebih dicintai Allah dibanding yang kaya. Kondisi berlebih materi ini tidak jarang bisa membuat lupa dan terpedaya.

Artikel Pilihan : Sadarkah Dirimu Jika Tempat Tak Terduga Ini Sangat Disukai Oleh Bangsa Jin?

Seberapa pun kayanya hidup kita, rasanya tidak akan pernah berarti jika kita tidak dicintai Allah. Mendapatkan ujian harta yang banyak bukanlah hal yang mudah. Maka dari itu banyak di antara kita yang mempunyai banyak harta akhirnya lalai dan terjerumus ke dalam kemaksiatan.

Tapi, bukan berarti menjadi orang kaya tidak mempunyai kesempatan untuk beramal shaleh. Justru ketika kita menjadi orang kaya, maka terbukalah kesempatan kita untuk membantu orang lain. Terbuka pulalah kesempatan untuk menjadi hamba Allah yang dicintai-Nya.

Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang bertakwa, yang kaya (berkecukupan), dan tidak menampakkannya,” (HR. Muslim dan Ibnu Hibban)

Orang yang kaya yang bertakwa merupakan sosok sempurna, selain mereka memiliki kelebihan dari segi materi orang yang demikian ini juga memiliki kekayaan hati untuk senantiasa mengikuti perintah Allah SWT.

Tentu saja agak sulit untuk menemukan orang yang demikian. Sebab, kebanyakan orang yang sudah mendapatkan kekayaan seolah lupa akan perintah agama. Bahkan banyak di antara mereka yang terjerumus dalam lembah kesesatan karena kekayaan tersebut.

Banyak orang yang sudah memiliki kekayaan berlimpah namun tetap saja merasa tidak puas. Mereka justru terus mencari cara untuk menumpuk harta agar semakin banyak dengan cara apapun termasuk perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.

Selain itu, Allah juga mencintai hamba-Nya yang kaya namun tidak menampakkannya. Maksudnya adalah orang tersebut tidak pamer dan tidak sombong atas kekayaan yang dimilikinya tersebut. Namun, kriteria ini juga lumayan sulit untuk ditemui pada era sekarang ini.

Banyak kita jumpai fenomena orang kaya yang suka memamerkan hartanya kepada orang lain. Hal ini banyak ditemukan di media sosial, ada orang kaya yang berfoto dengan mobil, uang, ataupun memamerkan segala perhiasan mereka agar dilihat khalayak ramai. Padahal yang demikian itu tidak ada faedahnya sama sekali.


Artikel Pilihan : Banyak yang Menyepelekan, Padahal Api Neraka Bisa Menjauh Karena Shalat Sunnah Ini!

Paling parahnya, mereka yang berkedok memberikan sumbangan atau bantuan kepada mereka yang membutuhkan, tapi agar terlihat punya derjat tinggi dan penuh dengan kebaikan. Hal inila yang bisa menumbuhkan perasaan sombong walau sekecil apapun. Ketahuilah bahwa orang kaya yang sombong itu termasuk dalam golongan orang yang dibenci oleh Allah SWT. Maka dari itu, apabila kita diberi kelebihan berupa harta tetaplah menjadi orang yang rendah hati.

Selain kriteria di atas, Allah SWT juga mencintai orang kaya yang tetap rendah hati, dermawan (gemar bersedekah). Sudah sepantasnya apabila diberikan kelebihan kita membagikannya sedikit kepada orang yang memerlukan. Sebab, dalam harta kita tersebut terdapat jatah kaum miskin yang seharusnya diberikan.

Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun seberat biji sawi.” (HR Abu Dawud).
Top