Ternyata 16 Nasehat OrangTua ini Cuma Mitos, Ini Faktanya!

Menjadi orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, karena itu berbagai perlakuan baik anjuran ataupun larangan dari orangtua nenek moyan kita dulu selalu dijalankan.

"Anakmu kok tidak dibedong, nanti kalau sudah besar kakinya bengkok lho" Itu salah satunya.

Tentu sebagai orang tua yang baru memiliki anak pertama hal ini biasanya diterapkan. Namun hal itu tidak sepenuhnya benar, ada banyak nasehat orangtua dulu yang ternyata hanya mitos belaka.

bayi dibedong, perlu kah? gambar via centroone.com

Karena itu jangan terlalu ditelah mentah-mentah nasehat tersebut sebelum dipelajari terlebih dahulu. Berikut nasehat orangtua dahulu tentang anjuran dan larangan dalam memperlakukan bayi,

1. Anak yang suka ngempeng (mengisap dot) akan lambat bicara.

Fakta bahwa tidak ada indikasi bahwa anak yang suka menyusu akan terlambat bicara. Meskipun terapis wicara menyarankan untuk melepas empeng selama anak terjaga ketika dia mulai bicara, tidak ada indikasi bawha anak yang senang mengisap rentan terlambat bicara.

2. "Wah pasti cerdas anakmu, terlihat dari kepalanya yang besar"

Lingkar kepala anak tidak ada hubungannya dengan kecerdasan. Hal yang paling penting adalah jumlah dan kualitas hubungan antar sel dan saraf.

3. Jika bayi Anda ingin digendong setiap saat, dia akan menjadi anak yang manja

Faktanya tak ada hubungannya manja dengan gendong, jangan ragu untuk menggendong dia. Anda tidak akan terjebak dalam situasi terlalu memanjakan bayi hanya karena Anda sering memeluk dia. Justru riset menemukan bahwa anak-anak yang memiliki hubungan dekat dengan orangtuanya punya kepercayaan diri lebih besar dan kemampuan beradaptasi yang lebih kuat.

4. Memandikan bayi dengan air dingin dapat membuat bayi kuat (itu sangat tidak benar).

Faktanya: Bayi justru rentan terhadap suhu dingin. Air dingin dapat membuat pembakaran dan metabolisme tubuh bayi meningkat, sehingga makanan dalam tubuh bisa habis untuk mengatur suhu tubuh. Bayi bisa kehabisan tenaga dan akhirnya mudah sakit. Bayi harus dimandikan dengan air hangat. Angkat sebelum bayi kedinginan dan usahakan anak dalam keadaan hangat.

5. Harus pakai gurita, supaya perutnya tidak buncit


via kompasiana.com

Faktanya: Pendapat ini, kurang tepat, karena semua bayi perutnya lebih besar daripada dada. Semakin bertambah usianya, perut akan kelihatan mengecil. Tanpa gurita, pusar bayi pun lama-kelamaan akan masuk ke tempatnya. Sebaliknya, kalau bawaannyanya bodong, sekalipun memakai gurita, tetap saja akan bodong.

Gurita sebaiknya tidak dipakai karena bisa membuat anak tertekan, khususnya di bagian limpa, jantung, lever, juga membuat bayi susah bernapas.

6. Dibedong agar kakinya tak bengkok

Faktanya : Antara kaki bengkok dengan bedong tidak ada hubungannya sama sekali. Semua kaki bayi memang bengkok. Nanti, dengan semakin kuatnya tulang anak dan kian besarnya keinginan untuk bisa berjalan, kaki anak akan lempeng sendiri. Perkembangan fisiologis kaki memang seperti itu.

Bedong mungkin membuat bayi hangat agar tidak masuk angin.

7. Jangan potong kukunya, kalau belum berumur 40 hari.

Faktanya: Kuku bayi yang panjang justru dapat melukai wajahnya. Bahkan melukai kornea matanya. Larangan itu mungkin muncul karena ibu-ibu khawatir memotong kuku sebelum bayinya berusia 40 hari, akan melukai kulit jari tangan atau kaki bayi. Karena itu kehati-hatian diperlukan saat memotong kuku bayi. Dan gunting yang digunakan juga gunting khusus untuk memotong kuku bayi.

8. Colek pipi bayi dengan cabe rawit jika ingin berlesung pipit.

Faktanya: Lesung pipit terjadi karena adanya gerakan susunan otot-otot di bagian wajah terutama pipi. Pada orang-orang tertentu susunan otot-otot tersebut membentuk lekukan sehingga terjadilah lesung pipit ketika otot bergerak.

9. Belikan bayi walker, biar cepat bisa jalan

Faktanya: Bayi yang banyak menghabiskan waktu aktifnya di dalam baby walker hanya akan belajar duduk, bergerak ke sana-kemari tanpa tegak, dan akhirnya kemampuannya berjalan menjadi lebih lambat dibandingkan bayi yang tidak memakai baby walker. Selama bayi duduk di baby walker yang memiliki bentuk menyamping dengan ruang kaki yang sempit justru membatasi ruang gerak dan visualisasinya sehubungan perkembangan koordinasi otot tubuhnya

Baca Juga: Doa Istri agar Suami Rajin Shalat dan Taat Kepada Allah

10. Bayi akan tidur lelap di kamar yang gelap

Faktanya: Anak-anak saat ini mudah tidur meskipun dilatari suara berisik dan sedikit cahaya. Ditambah, jika bayi melakukan kegiatan sebelum mereka tidur, biasanya mereka akan mudah tertidur dengan berbagai macam situasi.

11. Mendengarkan Musik Klasik Bisa Meningkatkan IQ Bayi

Faktanya: Musik bisa memperkaya hidup si bayi, tapi tidak ada penelitian yang pasti kalau mendengarkan musik klasik bisa mendorong perkembangan otak.

12. Biarkan mereka menangis, kalau ditolong nanti manja.

Faktanya: Bayi usia 4 bulan hanya punya beberapa cara untuk menangis. Mereka tahu kapan mereka akan merengek dan manja, hanya itu saja. Jadi, mengangkat bayi saat menangis membantu mereka memahami kalau orang tua akan selalu ada saat bayi membutuhkan mereka.

13. Bahaya Imunisasi saat demam.

Kenyataanya, demam kecil tidak akan menurunkan respon kekebalan tubuh pada bayi atau meningkatkan resiko reaksi berlebihan dari imunisasi.

14. Jika masih dibawah 6 bulan, jangan beri masker pelindung matahari.

Kenyataannya, risiko kanker kulit bisa menimpa pada kulit yang terpapar matahari dan bayi Anda juga berisiko terkena. Akan sangat baik untuk menjauhi bayi dari sinar matahari pada jam-jam tertentu. Dengan memberikannya krim pelindung matahari yang mengandung SPF 15, Anda akan melindunginya dari risiko kanker kulit. Aplikasikan dengan jumlah sedikit pada wajah dan tangan bayi.

15. Pusarnya kasih uang logam biar tidak bodong

Faktanya: Pusar menonjol atau sering diistilahkan bodong pada bayi adalah kondisi yang wajar. Sebab, otot dinding perut pada bayi masih lemah sehingga bisa mempengaruhi bentuk pusar. Seiring bertambah kuatnya dinding perut, bentuk pusar juga akan mengalami perubahan.

16. Tanda lahir adalah rezeki

Mitos mengatakan tanda lahir pada kulit bayi merupakan rejeki dan karenanya mesti dipelihara. Padahal kondisi ini sebenarnya tumor jinak yang diakibatkan karena pertumbuhan pembuluh darah yang berlebihan dan bukan mustahil justru membuat balita merasa minder. Ada dua macam tanda lahir, strawberry hemangioma yang berwarna merah dan kavernosum heamngioma yang berwarna kebiruan.

Baca Juga: Banyak Bule Jijik dengan 4 Makanan Indonesia ini, Tapi Kita Suka. Kok Gitu?

Nah, ada dua yang patut dipertimbangkan dan banyak benarnya adalah

1. Jangan menjemur pakaian bayi melebihi maghrib

Mitos ini bisa jadi benar bila Anda menjemur pakaian di luar ruangan, seperti halaman. Maghrib adalah saat pergantian sore menuju malam. Pada saat ini biasanya binatang kecil (serangga)—yang di tubuhnya tertempel serbuk sari bunga, ramai-ramai keluar meninggalkan sarang.

Nah, jika baju si kecil masih berada di luar rumah, besar kemungkinan serangga dan serbuk sari tersebut akan menempel di baju bayi. Akibatnya, ketika dipakai bisa menimbulkan gatal-gatal di kulit atau bersin-bersin yang menyerupai pilek, terutama pada bayi yang memiliki bakat alergi.

2. Jangan diajak keluar rumah sebelum berumur 40 hari.

Ada baiknya memang bila Anda menuruti nasihat untuk tidak mengajak bayi ke luar rumah di usia terlalu dini. Bayi yang usianya masih dalam hitungan hari memiliki daya tahan tubuh yang amat rendah. Jadi, kalau ada kuman atau virus yang masuk ke dalam tubuhnya, ia akan dengan mudah jatuh sakit.
Top