Sudahkah Dirimu Melihat Kaca Hari Ini? Karena Malaikat Maut Melihatmu Sampai 70 Kali!


Izrail merupakan malaikat yang pasti akan mendatangi setiap manusia. Menjelang ajal, malaikat maut ini akan melepaskan ruh dari jasad. Ia memang ditugaskan Allah SWT sebagai pencabut nyawa. Bukan tanpa alasan, malaikat yang dalam Al-Quran di sebut Malak al Mawt ini diberi amanah tersebut.

Ada serangkaian kisah, yang akhirnya membuat Izrail terpilih menjadi malaikat pencabut nyawa. Ini berawal ketika Allah SWT memerintahkan Izrail bersama malaikat Jibril, Israfil, dan Mikail untuk mengambil tanah ke bumi dalam proses penciptaan Adam AS. Dalam sebuah hadist mu’tabar yang dinukil dari Imam Ja’far al-Shadiq disebutkan bahwa sebelum menciptakan Adam dari tanah, Allah SWT mengabari bumi perihal ia ingin menciptakan seorang hamba dari tanah yang ada di bumi.

Ulasan terkait : Karena Doa Ibumu Mampu Melesat Laksana Cahaya, Maka Berhati-hatilah Padanya!

Lantas, karena Allah SWT mengutus malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil turun ke bumi untuk mengambil tanah di bumi, Bumi pun memelas dan bersumpah dengan nama Allah bahwa Ia tidak sanggup menanggung beban manusia di bumi.

Demi Allah, aku berlindung kepada-Mu dari utusan-Mu, agar Engkau tidak mengambil sebagian dari kami jika nantinya akan menjadi penghuni neraka”.

Bumi pun menangis sejadi-jadinya, dan kemudian turunlah malaikat Izaril yang langsung memukul bumi dengan pedangnya dan bumi pun bergetar ketakutan, lantas malaikat Izrail mencabutnya segenggam. Meski Bumi sudah bersumpah atas nama Allah, namun Ia tetap mengambil tanah seraya berkata:

Aku takut menyalahi (melanggar) perintah Allah, aku sama sekali tak akan melanggar perintah Tuhanku, walau dengan segala perendahan dirimu”.

Itulah mengapa malaikat Izrail diberikan wewenang untuk mencabut nyawa seluruh manusia di muka bumi ini, sehingga diberi julukan Malak al Mawt dan pastilah tak ada seorang manusia pun yang bisa mengelak jika memang sudah waktunya untuk kembali ke sisi Allah SWT.

Berbicara mengenai malaikat maut, tahukah bahwa tanpa kita sadari malaikat maut melihat dan menatap wajah kita, yaitu dalam waktu 24 jam sebanyak 70 kali? Seandainya kita semua sadar dengan hal tersebut, niscaya kita tidak akan pernah lupa untuk mengingat mati dan tak akan pernah ada yang melakukan maksiat di muka bumi.

Namun karena malaikat maut merupakan makhluk gaib, maka manusia tidak akan pernah bisa melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikat pencabut nyawa.

Coba kita hitung, 1 hari=24 jam=1440 menit. 1440 menit/70 kali malaikat melihat kita=20.571 menit, itu berarti Malaikat pencabut nyawa menziarahi setiap manusia setiap 21 menit.

Ini bukan karangan belaka, karena berdasar pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas, Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang, didapati orang itu sedang bergelak-ketawa. Maka berkata Izrail: Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak ketawa.


Ulasan terkait : Jika Allah Saja Sudah Berjanji, Lantas Mengapa Kamu Masih Ragu Menikah?

Seorang sahabat pernah bertanya: “Wahai Rasulullah, Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?” Rasulullah menjawab: “Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling: baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.” {HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy)

Sebagaima firman Allah subhanallahu wa ta'ala :

Allah subhanallah berfirman : "Katakanlah, sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu, akan keluar juga ke tempat mereka terbunuh...” (Ali Imran : 154).

Subhanalla...begitu tertib tata cara kerja Allah SWT yang mungkin tidak akan bisa diterima oleh nalar manusia. Wallahualam bishawab. Semoga kita termasuk golongan orang yg selalu mengingat kematian dan ketika malaikat maut menjenguk kita untuk terakhir kalinya, kita berada dalam keadaan khusnul khatimah (baik di penghabisan).
Top