Sudah Menahan Lapar dan Haus Berjam-jam, Tapi Puasa Bisa Jadi Tak Berpahala Ketika..

Komentar

Memasuki bulan Ramadhan yang memang dinantikan oleh setiap umat Muslim di seluruh dunia. Maka ada baiknya untuk kita sebagai manusia yang tak bisa terhindar dari salah dan dosa, segera mengambil langkah untuk memperbaiki diri di bulan yang suci tersebut. Puasa di dalam hakikat ialah menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih sabar lagi dalam menghadapi kehidupan.

Ulasan terkait : Karena Ketika Dirimu Seperti Ini, Tandanya Derajatmu Sama dengan Malaikat Allah!

Puasa juga termasuk ke dalam salah satu kewajiban yang harus dipenui oleh umat Islam. Puasa sediri adalah kondisi dimana saat kita harus menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Hal yang membatalkan puasa di antaranya adalah sengaja makan dan minum.

Perintah puasa juga telah Allah firmankan dalam Quran surah Al-Baqarah berikut ini:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah:183).

Ya, puasa seumpama benteng yang akan melindungi kita dari dosa. Dengan puasa juga akan membentuk karakter seorang Muslim menjadi hamba yang bertakwa. Selain membatalkan puasa, ternyata ada hal-hal lain yang akan membuat puasa jadi tidak berpahala. Puasa jadi tidak berpahala, bagaimana bisa?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi  ﷺ bersabda,
Siapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta malah melakukan tindakan dusta, maka Allah tidaklah peduli pada makan dan minum yang ditinggalkan.” (HR. Bukhari).


Ulasan terkait : Karena Ada Manusia yang Tak Berpuasa dan Allah Pun Memakluminya! Siapakah Dia?

Karena pada hakekat puasa yang sebenarnya adalah menjauhi segala sesuatu yang bisa merusak puasa dan merusak pahala puasa, yaitu dengan menjauhi hal-hal yang diharamkan oleh Allah Ta’ala, sebagaimana sabda Rasulallah ﷺ:

Puasa bukanlah sekeadar meninggalkan makan dan minum saja, akan tetapi puasa (yang sebenarnya) adalah meninggalkan perkara-perkara yang tidak berguna dan perkataan jorok atau keji, maka apabila ada yang mencacimu atau atau berbuat jahil kepadamu maka katakanlah: ”Sesungguhnya aku sedang berpuasa, Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR.Ibnu Khuzimah, Al-Hakim).

Oleh karena itulah, jangan sampai puasa yang telah kita niatkan selama sebulan penuh bisa rusak hanya karena dusta kecil yang mungkin saja kita kira tak mempengaruhi amalan kita. Perbanyak membaca dan mengamalkan istighfar karena hanya Allah SWT sajalah Yang Maha Sempurna, sehingga kita sebagai mahkluk-Nya hanya mampu terus berusaha untuk memperbaiki diri dan menjadikan hari esok lebih baik dari hari kemarin, hari ini, begitupun seterusnya.
Top