Sudah Diberi Bumi untuk Berpijak, Banting Tulang Demi Hidup Masih Tidak Mau?


Mencari rezeki yang halal dalam agama Islam hukumnya wajib. Ini menandakan bagaimana penting mencari rezeki yang halal. Dengan demikian, motivasi kerja dalam Islam, bukan hanya memenuhi nafkah semata tetapi sebagai kewajiban beribadah kepada Allah setelah ibadah fardlu lainnya.

Oleh karena itu seorang muslim harus sungguh-sungguh dalam bekerja dengan mengerahkan seluruh kemampuan fisik, pikiran, dan hati. Ini untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai khalifah yang dituntut memimpin dunia. Janji sebagai umat terbaik tidaklah terealisasi dengan sendirinya, tapi mesti diraih, dikejar dan diupayakan. Bumi diciptakan sebagai tempat membanting tulang, sedangkan manusia bekerja di atasnya,

Artikel pilihan : Masih Suka Bisik Sana-Sini? Awas! Selain Picu Hal Ini, Rasulullah juga Melarangnya

Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya,” (QS. Huud [11]: 61). Pada hakikatnya, hanya dengan bekerjalah manusia dapat memanusiakan dirinya.

Dalam surat An-Najm ayat 39 disebutkan bahwa keberhasilan dan kemajuan manusia di muka bumi ini tergantung pada usahanya. Semakin keras ia bekerja semakin banyak yang diperolehnya. Bekerja dalam Islam adalah bekerja dengan sungguh-sungguh disertai dengan tawakal kepada Allah SWT. Yang dimaksud di sini adalah bekerja hingga kelelahan, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ghaasyiyah ayat 3,

Sesungguhnya Allah senang melihat hamba-Nya bersusah payah (kelelahan) dalam mencari rezeki yang halal,” Nabi berdoa, “Ya Allah! Berikanlah keberkahan kepada umatku, pada usaha yang dilakukan di pagi hari.”

Cinta Rasulullah kepada kerja keras ditunjukan saat beliau “mencium” tangan Sa’ad bin Mu’adz si pekerja kasar. Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah kamu meninggal besok.

Rasulullah bersabda, “Allah mencintai setiap mukmin yang bekerja untuk keluarganya dan tidak menyukai mukmin pengangguran, baik untuk pekerjaan dunia maupun akhirat,” Seorang sufi berkata, “Ibadah ada sepuluh: sembilan diantaranya dalam mencari pernghidupan (bekerja), dan satunya dalam ritual.”

Islam mendorong umatnya untuk berusaha mencari rezeki supaya kehidupan mereka menjadi lebih baik dan menyenangkan. Bumi, laut, dan langit ada untuk dimanfaatkan secaa halal. Sebagaimana firman Allah dalam surat An-Naba ayat 10-11 yang artinya,

Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. Dan kami jadikan siang untuk penghidupan,” Malam hari adalah untuk beristirahat dan mengumpulkan tenaga, sedangkan siang hari untuk bekerja mencurahkan tenaga. Aisyah RA juga pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Hal-hal yang paling menyenangkan yang engkau nikmati adalah datang dari hasil tanganmu sendiri, anak-anakmu berasal dari apa yang engkau hasilkan,” Nabi juga bersabda, “Berusaha mendapatkan nafkah yang halal adalah kewajiban di samping tugas-tugas lain yang telah diwajibkan.”


Artikel pilihan : "Halah Wong Kita Muslim, Paling Nanti Juga Dicelup Bentar di Neraka Kalau Punya Dosa"

Ketika ditanya usaha apakah yang paling baik, Rasul menjawab bahwa usaha seseorang dengan tangannya sendiri, dan semua jual-beli yang baik, Rasul pun melengkapinya dengan mengatakan, “Pedagang yang amanah dan benar akan bersama dengan para syuhada di hari kiamat nanti.

Nah, ingat satu hal bahwa kerja keras dan juga cerdas bisa diterapkan berjalan seimbang dengan doa dan rasa pengorbanan yang ada. Seperti misalnya tak durhaka kepada kedua orang tua, membagikan sedekah dari hasil jerih payah, atau dengan sukarela membantu sesama lewat tenaga. Sehingga apa yang telah diraih bisa mendapat Ridha dari Allah SWT dan menjadikan setiap apa yang dilakukan selain mendapat hasil yang menjanjikan di dunia, juga sebagai amalan baik untuk kelak bekal di akhirat.

Jadi bagaimana menurutmu, masih ingin berdiam diri dan melihat dunia hanya berputar begitu saja? Awas lho mereka yang ingin menjatuhkanmu bisa saja selangkah lebih maju di depanmu.
Top