"Sedekah kok di pamer-pamerkan" Saat Kita Sedekah, Orang Bilang Seperti Itu

Komentar

kanalaceh.com

Sedekah, dengan berbagai macam bentuknya, tetapi yang pasti Allah tidak memandang sebelah orang yang melakukan amalan ini. Sedekah seringan apapun akan mendapatkan balasan di sisi Nya.

Nabi bersabda: “Kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu.”(HR. Bukhari).

“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah“. (HR. At-Tirmidzi).

Namun terkadang maksud kita itupun terhalang orang yang mungkin kurang senang dengan apa yang kita lakukan. Bisa saja sebagai contoh, saat kita menyantuni anak yatim, mengundang mereka untuk sekedar makan bersama dan memberikan sedikit rezeki.

Orang yang mempunyai pandangan lain akan berkata "Sedekah kok di pamer-pamerkan". Tersinggungkah?

Mungkin maksud kita adalah untuk memotivasi orang lain yang mempunyai kelebihan agar mau memberikan manfaat kepada sesama. Jika memang maksud kita benar-benar ikhlas lillahi ta'ala, kita pun tak usah mempedulikan hal tersebut.

Karena Rasulullah pernah bersabda,
“Barang siapa mengajak kepada suatu kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun pahala-pahala mereka. Dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapat dosa seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka.” (H.R. Muslim)

Nah, tergantung tujuan kita. Karena pada dasarnya sedekah yang diketahui orang itu amat baik, meskipun sedekah secara sembunyi-sembunyi itu lebih baik.

Baca Juga: Bener Nggak 6 Rahasia ini Selalu Anda Sembuyikan dari Suami?

Bagaimanapun ikhlas dan pamer (riya’) adalah pekerjaan hati yang amat halus, bukan hak manusia untuk menilainya. Terlebih lagi, Allah tidak mengharamkan sedekah dengan terang-terangan:

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 271)

”Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS Al Baqarah, 2: 274)

Jadi biarkan saja oranglain menilai kita apa. Asalkan niat kita sudah benar, yakni hanya mengharap ridhoNya alih-alih memotivasi orang lain. Wallahu A'lam.
Top