Sebelum Curhat Kepada Mereka, Mengadulah Kepada Allah Terlebih Dulu!

Komentar

Jika membicarakan masalah pribadi, pastilah hanya orang-orang tertentu saja yang boleh mengetahui dan bisa dimintai pendapat. Namun, ada kalanya orang yang sangat dekat pun berubah risih karena memang mereka juga pasti punya masalah, jadi sangat tak menyenangkan jika mendengarkan masalah orang terlebih lagi diri mereka masih bingung mencari jalan keluar.

Maka dari itulah, ada sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa jika dirimu sedang ditimpa masalah, curhat mengadu saja kepada Allah. Jangan ke orang lain dulu. Lantas apa maksudnya ya?

Ulasan terkait : Jangan Asal "Kamu Nggak Ngapa-Ngapain, Kok Rumah Berantakan Sih?", Ingat Jadi Istri itu Sulit!

Dulu ketika belajar Tauhid, sempat bingung, mengenai curhat mengadu hanya kepada Allah, maksudnya bagaimana ya? Curhat dan mengadu iya, tapi ini ada masalah atau beban, dan kita belum tentu dapat semacam “ilham” dari Allah untuk  menyelesaikannya dan mengurangi beban. Namun ternyata setelah belajar Tauhid lebih dalam, maksudnya sangat luar biasa dan terkandung hikmah, sangat penting dalam menjalani hidup kita.

Jadi begini, semakin baik tauhid seseorang, semakin tinggi ketergantungan dan keterikatannya kepada Allah, selalu ingat Allah apapun kondisinya, bahkan dalam Hadits sampai tali sandalnya yang putus pun (hal sepele maksudnya), ia akan segera memohon kepada Allah agar menggantikan yang lebih baik. Mengenai Tauhid, teori memang mudah tapi menjalankannya sulit, karenanya Tauhid jadi pelajaran yang diuang-ulang seumur hidup.

Ketika ada masalah, musibah dan beban berat, maka orang yang bertauhid, yang paling pertama ia lakukan adalah segera ingat Allah, berdoa kepada Allah, istigfar agar dimudahkan dan diberi kesabaran. Atau jika masih berat ia akan segera melakukan amal kebaikan, shalat, sedekah berbuat baik dan manfaf kepada manusia, agar meraih ridho Allah dan memilih waktu mustajab misalnya sepertiga malam untuk mengadu dan mengeluhkan perkaranya kepada Allah.

Inilah Contoh Perbuatan Orang Shaleh Sebelum Kita


Nabi Ya’qub ‘alaihis salam berkata,

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Yusuf : 86).

Bisa saja setelah itu, kita diberikan kemudahan, kelapangan dan jalan keluar oleh Allah, kita dibuat mengingat kembali agar bersabar dan besarnya pahala bersabar. Nah, setelah mengadu kepada Allah, barulah ia musyawarahkan urusan atau masalahnya dengan manusia. Dimusyawarahkan, karena ini adalah perintah Allah. Allah berfirman,

وَ شَاوِرْهُمْ في الأَمْرِ

Maka bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (Ali Imran: 159)

Tapi tidak semua manusia diajak musyawarah, hanya 1-2 orang atau beberapa orang saja (tidak perlu banyak orang tahu masalahnya) yang kira-kira bisa membantu memberikan solusi dan nasehat atas masalah dan bebannya. Misalnya ustadz, ortu, sahabat, ahli psikologi, dan lain-lain.

Itupun ketika musyawarah, ia tampakkan kepada manusia wajah yang tegar, dia hanya butuh masukan dan solusi bukan belas kasih mereka, karena hanya Allah yang dia harapkan kasih sayang-Nya. Bahkan salah satu trik agar tetap bergantung kepada Allah dan berusaha menyembunyikan masalah di hadapan manusia, ketika musyawarah ia menceritakan kasusnya dengan cerita “orang ketiga”

Misalnya: “Bagaimana pendapat dan solusi, ada orang dengan masalah dan kasus begini begitu..". Padahal orang itu adalah dia yang bertanya. Nah, setelah dapat solusi hasil musyawarah, dia akan jalani solusi itu dengan memohon pertolongan Allah


Ulasan terkait : Mengajarkan Al-Qur'an Juga Wajib Bagi Orang Tua, Bukan Asal Ada Guru Ngaji!

Apapun hasilnya itulah takdir terbaik baginya, yang penting sudah berusaha, Allah sangat sayang terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu kepada bayi dalam buaian setelah terpisah lama (kandungan hadits). Sikap yang menunjukkan Tauhid yang kurang adalah ketika ada masalah dan beban, maka ia lupa Allah, dan segera mencari manusia untuk curhat, berkeluh-kesah, bahkan caci-maki tidak terima dengan takdir Allah, padahal manusia itu juga tidak bisa memberikan solusi atau bantuan apapun

Lebih parah lagi (maaf) ia berkeluh kesah kepada semua orang, mengeluh di sosmed, agar semua manusia tahu masalahnya, ini bukan sikap orang yang bertauhid. Curhat dan mengeluh kepada manusia dahulu, berarti: dirimu mengadukan perbuatan Allah kepada mereka

Yang namanya manusia, anda mengeluh kepadanya, maka belum tentu dia senang, bahkan kadang bosan mendengar keluhan orang lain, bisa jadi dia bermuka manis dan mendengarkan curhat anda, tetapi bisa jadi dia “berbicara lain” di hatinya atau malah menyebarkan aib anda dengan bergosip, ya itulah manusia, siapa yang tahu.

Tetapi Allah Rabb kita, semakin kita mengeluh, merengek dan memohon kepadanya, makin baik. Berbeda dengan manusia yang sebaliknya. Nah, ini dia sangat penting pelajaran Tauhid dalam hidup kita. Yuk kita belajar Tauhid lagi, ajarkan keluarga dan dakwahnya, tentu tidak lupa amalkan dan berdoa. Semoa kita selalu bisa mengamalkan ilmu kita.
Top