Santri Tasik Gelar Pawai Obor, Siapkah Dirimu Menyambut Ramadhan Sebentar Lagi?


Menyambut bulan suci Ramadhan, bermacam tradisi kebudayaan mulai ramai digelar masyarakat di tanah air. Hal ini tak lain dan tak bukan untuk menyatakan rasa syukur dan mempererat tali silaturahmi antara kaum muslimin yang sebentar lagi akan melaksanakan ibadah puasa bersama-sama. Salah satunya adalah melakukan pawai obor.

Pawai merupakan iring-iringan sekelompok orang yang biasanya dilakukan di jalan raya. Umumnya dilakukan dengan menggunakan kostum. Pawai umumnya dilakukan atas sejumlah alasan, namun umumnya dilakukan terkait dalam suatu perayaan tertentu.

Baca juga : Sedekahkan 100 Kuda Perang Setiap Hari, Hanya dengan 3 Menit Melakukan Hal Ini!

Sama halnya pembahasan tersebut, dalam rangka menyambut bulan Ramadan, Kota Tasikmalaya menyalakan obor secara bersama-sama pada hari senin kemarin. Para peserta yang terdiri dari santri melantunan nyanyian dan shalawat yang menggema jalan utama. Tua, muda hingga balita larut dalam aksi tersebut.

Ratusan peserta aksi ini awalnya menggelar shalat Maghrib dan Isya berjamaah di Masjid Agung Kota Tasik. Setelah shalat, mereka pun menyalakan obor satu per satu.

Massa peserta aksi mulai berjalan serentak membentuk satu garis lurus dari Tugu Adipura yang terletak di seberang Masjid. Aksi massa dengan ratusan obor membelah jalan KH Zaenal Mustofa yang menjadi jantung ekonomi Kota Tasikmalaya. Dengan dibatasi tali-temali, massa berbaris kompak dalam satu kesatuan.

Sepanjang perjalanan, ratusan masyarakat hadir di pinggir jalan untuk menyaksikan aksi itu. Tak sedikit dari mereka yang mengabadikannya dengan berswafoto ria. Massa menempuh perjalanan sekitar tiga kilometer untuk sampai di tugu Asmaul Husna.

Selanjutnya, massa berbelok menempuh jalan Tentara Pelajar sekitar lima kilometer untuk kembali ke Tugu Adipura. Aksi yang berjalan selama sekitar satu jam itu diakhiri dengan orasi agar Muslim merayakan kehadiran Ramadhan sebagai bulan berkah.

Salah satu peserta aksi, Hainun Najib mengaku senang dapat menjadi bagian dari aksi ini. Pria yang berusia 18 tahun ini berharap aksi serupa dapat terus digelar. Menurutnya, selama ini Islam kurang menunjukkan kebesarannya secara positif sebagai kelompok mayoritas.

Seru aksi pawai obor seperti ini, tahun lalu saya enggak ikut karena ada kegiatan lain, untung tahun ini bisa ikut bersama teman lainnya,” katanya, demikian melansir Republika dari lokasi.


Baca juga : Suami Istri Sudah Sama-sama Bekerja, Mengapa Hidup Cuma Segini Saja?

Koordinator aksi, KH Aminuddin Bustomi mengatakan kegiatan pawai obor ini guna menunjukkan kebesaran umat Muslim sekaligus menyambut datangnya Ramadhan. Menurutnya, lewat aksi ini, Muslim bisa menunjukan kebesarannya dengan cara yang teratur dan tertib.

Pawai ini menunjukan kebesaran Muslim dan sekaligus merekatkan kesatuan bangsa, sebagai negara mayoritas Muslim apalagi Tasik itu kota santri kami ingin menunjukan kebesarannya,” ujarnya.

Aksi yang rutin dilakukan setiap memasuki Ramadhan ini, menurutnya akan terus digelar. “Semoga Ramadhan ini menjadi berkah dan bagi yang tidak berpuasa sebaiknya menghormati yang berpuasa, ini akan menjadi simbol kerukunan umat beragama,” ucapnya.

Tradisi yang sudah turun-temurun ini, ternyata digelar di Depok, Tangerang, Bogor, Karawang, Tasikmalaya dan sejumlah daerah lainnya kerap menggelar acara yang sama untuk menyambut hari besar Islam termasuk bulan suci Ramadhan. Tujuannya adalah mempererat silaturahmi antara umat muslim. Sudah siap menyambut Ramadhan tahun ini?
Top