Puasa Baru Dimulai Bukan Memperbanyak Amalan Malah Mikirin Lebaran, Astaghfirullah




Puasa baru saja dimulai sudah banyak yang memikirkan lebaran nanti seperti apa, banyak orang-orang malah disibukan mempersiapkan lebaran bukan memperbanyak amalan.

Mall, pasar, pertokoan semua diramaikan dengan sibuknya orang mencari bahan untuk menyiapkan lebaran, Seluruh harga kebutuhan naik sudah tidak lagi menjadi rintangan yang berarti. Baju baru, Hp baru, Motor baru, Sandal baru, Pacar baru, semua yang berbentuk fisik yang tampak dari luar diperbarui, sedangkan hati dan iman masih tetap saja tidak ada peningkatan, astagfirullah.

Sudah seperti ini tidak bisa lagi menikmati seperti apa makna puasa yang sebenarnya, Perut merasa lapar, tenggorokan kering, badan lemas dan kesusah-susahan lain yang seharusnya kita nikmati sebagai wujud empati kita terhadap saudara-saudara kita yang miskin dan hidup serba kekurangan yang tidak perlu menunggu bulan ramadhan untuk merasakan laparnya perut dan susahnya hidup.

Disatu sisi memang banyak manfaatnya, terutama untuk yang ter(di)paksa untuk melakukan aktivitas yang tinggi seperti pekerja di kota-kota besar yang setiap waktu mereka menyebutnya "waktu adalah uang".

Tapi di sisi lainnya bisa mengurangi nilai ‘kewajaran’ sebagai manusia sang hamba ini. Yang wajah ‘dipaksa’ selalu tampak segar, badan tampak selalu kuat, pikiran selalu tampak tajam. Dan tampak-tampak lainnya.

Puasa jadi tak lagi merasakan prihatin. Malah lari menghambur kepada dunia…..berebut dan mencari serta memeluknya.

BACA JUGA:  Rugi Setelah Sahur Tidur Selain Menyebabkan Penyakit Anda Tidak Bisa Memanen Pahala Setelah Shalat Subuh

Astaghfirullah…..ampuni aku ya Allah.

sumber: yakinku.wordpress.com
Top