Pria Pekalongan Ini Berjalan Kaki Menuju Mekkah dan Siapa Sangka Jika Dijalan Dirinya...

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dengan kita bertekad dan memiliki niat serta usaha dan diiringi dengan doa pasti Allah SWT akan meridhoinya. Seperti yang dilakukan pria ini yang pergi menuju Mekkah hanya dnegan berjalan kaki.



BACA JUGA: 6 Amalan Harian yang Mampu Menghapus Dosa

Dikutip dari sindows, pria asal Lamongan itu berjalan kaki sambil mengenakan  baju bertuliskan “Saya dalam perjalanan ke Mekah dengan berjalan kaki”.

Setelah ditanya, ternyata alasannya pergi jalan kaki menuju Tanah Suci itu yakni untuk menguji kekuatan fisik dan spiritualnya. Selain itu, alasan yang lebih penting lagi adalah untuk membagikan pesan harapan, toleransi,dan harmoni ke setiap manusia.

Mochammad mulai melakukan perjalanan dari Kota Pekalongan sejak 28 Agustus 2016. Perjalanan nekat itu dia jalani dengan kepercayaan bahwa semua orang hanya tamu Tuhan di bumi. Dia mempercayai dalil kita suci bahwa berjalan adalah bentuk murni dari melakukan ibadah haji.

Ternyata, di jalanan ia hanya membawa berapa kemeja, dua pasang celana dan sepatu, selusin pasang kaus kaki, beberapa pakaian dalam, kantong tidur dan tenda, obor portabel, ponsel cerdas dan GPS.

Dia bepergian dengan cahaya lampu. Berjalan kaki ke Makkah, bukan berarti pemuda Pekalongan ini orang tak punya. Dia memiliki bisnis dan perusahaan kontraktor yang berkembang.

Dia memilih enghindari semua urusan duniawi, meninggalkan bisnisnya di Indonesia. Pemuda ini merupakan lulusan ekonomi dari Universitas Negeri Semarang. Perjalanan hebat yang dia jalani hanya dengan bekal beberapa uang rupiah di sakunya.

”Saya percaya bahwa melakukan haji bukan hanya demonstrasi solidaritas dengan orang-orang Muslim,” kata Mochammad kepada Khaleej Times saat berbincang di Konsulat Indonesia di Dubai, hari Rabu.

”Cara saya menunjukkan kepatuhan penuh saya kepada Allah (SWT) adalah untuk belajar Islam dari berbagai cendekiawan Muslim dan bertemu orang-orang dengan berbagai macam keyakinan untuk mempelajari budaya mereka dan mematuhi toleransi,” ujarnya.

”Saya juga melakukan jihad yang lebih besar, yang mendisiplinkan diri saya dan mengatasi perjuangan spiritual melawan dosa,” kata Mochammad, yang sebenarnya telah berpuasa Nabi Daud dalam lima tahun terakhir, kecuali selama hari raya agama.

Karena puasa, maka dia hanya berjalan di malam hari saja. jika dihitung, maka dia mampu menempuh jarak hingga 50 km saat kondisinya baik dan ketika lututnya lemah, dia hanya mampu berjalan 10-15 km.
Top