Orang Tua Wajib Ikuti dengan Benar, Inilah Cara Rasulullah Merawat Balita!


Semua orang tua (atau lebih tepatnya seorang ibu, red) pasti mengingat sebuah memori tentang tangisan pertama sang anak dan ini mungkin tidak akan terlupakan. Di dalam keluarga Muslim kewajiban seorang orang tua pertama kali saat sang anak lahir ke dunia yaitu mengunmandangkan adzan dan iqomat, yang mana sebaiknya yang melakukan langsung yakni ayah sang bayi sendiri.

Kumandangkan adzan di telinga pertamanya kemudian beralih dengungkan iqomat di telinga kirinya. Hikmah yang diharapkan dengan perlakuan ini adalah agar kalimat pertama yang didengar anak yaitu kalimat toyyibah, yakni kalimat yang mengagungkan asma Allah SWT, bahwa Allah SWT adalah Maha Besar, bahwa anak diingatkan terhadap persaksian pertamanya saat ia masih di dalam ruh ketika pertama kali diciptakan bahwa anak dituntun untuk bersyahadat.

Ulasan terkait : Ketika Malaikat Bertanya Kepada Kita Saat di Alam Kubur, Sudah Siapkah?

Lantas bagaimanakah cara merawat yang baik menurut ajaran Islam dan tuntunan Rasulullah SAW?


Pada usia dua tahun hingga balita , bayi yang mungil itu sudah mulai terbiasa dengan orang-orang baru disekitarnya. Ia mulai mengenali ayah, ibu dan saudara-saudaranya. Pada tahap ini mereka sudah dapat merasakan kasih sayang, amarah, dan sudah dapat berkomunikasi walau belum terlalu lancar.

Pada usia inilah pembentukan karakter anak dibentuk, sebagaimana dikatakan Ibnu Sina, “Ketika si anak sudah disapih maka pembentukan karakternya dimulai, ahlaknya dilatih, sebelum ia diserang oleh perangai yang tercela.

Selain cara menunjukan kasih sayang seperti dibahas sebelumnya. Yakni dengan Memberikan makanan terbaik, memberikan pakaian yang pantas,Mengajak bercanda, memanggilnya penuh kasih, mencium tanda sayang, dan memangku penuh kasih. Masih ada cara yang dapat menunjukan kasih orang tua terhadap anaknya yakni sebagai berikut,

Mengawasi kegiatan anak


Rosulullah saw mengawasi prosesi pemangkasan rambut keponakan-keponakannya. Rosulullah tidak membiarkan mereka pergi sendiri ke tukang pangkas

Memperhatikan penampilannya


Jnagan sampai penampilan anak tidak mencerminkan bahwa ia berasal dari keluarga muslim. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, dia berujar: Nabi saw melihatku memakai dua lembar kain yang dicelup dnegan warna kuning. “Apakah ibumu yang menyuruhmu memakai ini?” tanya beliau saw. “Bolehkah aku cuci saja?” tanyaku. Namun beliau bersabda,”Sebaiknya, bakar saja!” (H.R Muslim [2077]

Membawa anak naik kendaraan


Sesekali ajaklah anak-anak balita pergi dengan kendaraan. Hal tersebut dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak. Rosulullah pu pernah membawa Abdullah bin Ja’far, Hasan dan Husain menunggangi kendaraannya

Mengusap kepala


Diriwayatkan dari Ja’far bin Khalid , dari ayahnya, dari Abdullah bin Ja’far bahwa Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengusap kepalanya tiga kali, seraya berdo’a, “Ya Allah, gantikanlah Ja’far dalam (menjaga) keluarganya.” (H.R Ath-Thabrani [206])


Ulasan terkait : Tak Banyak yang Tahu, Inilah Hewan di Dunia yang Sudah Menghuni Langit Ketujuh!

Mencari anak saat merasa kehilangan


Rasulullah saw bergegas mencari cucunya ketika keduanya luput dari pengawasan.

DarI Salman r.a: Kami sedang bersama Rosulullah, waktu Ummu Aiman r.a datang dn mengatakan. “ Wahai Rosulullah, Hasan dan Husain menghilang!” Waktu itu sedang tengah hari. Rasulullah saw bersabda, “Ayo kita cari kedua anak (cucu)-ku itu

Orang-orang pun berpencar. Smentara aku mengikuti Rosulullah yang terus mencari sampai ke lereng bukit. Ternyata Hasan dan Husain ditemukan sedang saling berpelukan erat satu sama lain karena ada seekor ular yang berdiri siap mematuk mereka dengan lidah bercabang seprti api. Rosulullah saw pu segermengusir ular tersebut.  Melihat Rosulullah saw ular itu pun pergi lalu menyusup ke bebatuan. Kemudian beliau mendekati mereka, memisahkan pelukan mereka , dan mengusap wajah mereka. Lalu berkata kepada mereka, “Demi ayah dan ibuku, betapa mulianya kalian berdua dimata Allah.”

Rosulullah saw meggendong mereka masing-masing diatas pundak kanan dan kiri. Aku berujar,”Betapa beruntungnya kalian berdua. Da sebaik-baikorang adalah orang yang sedang kalian naiki.” Rasulullah saw pun bersabda, “Sebaik-baik penunggang adalah mereka berdua meski ayah mereka lebih baik dari mereka.” ((H.R Ath Thabrani[2677])

Pada usia balita jangan berlaku kasar pada anak. Perhatikanlah mereka sebagaimana Rasulullah mencontohkan. Jangan biarkan tabiat buruk menyerang mereka akibat buruknya perlakuan orang tua. Para orangtua juga dilarang untuk memarahi dan menghardik anak di hadapan adik-adiknya ataupun di depan kakak-kakaknya.  Maksudnya supaya harga dirinya tidak jatuh sehingga anak tidak merasa rendah diri. Jalinlah pendekatan yang baik kepada anak. Semoga bermanfaat.
Top