Menggiurkan! Musiri, TKW asal Bojonegoro ini Gajinya Setara Direktur di Indonesia


Musiri, TKW asal Bojonegoro

Bicara tentang pahlawan devisa, memang terkadang bisa ikut berbahagia namun juga tak jarang berita sedih yang menyakitkan, mulai dari kekerasan, hingga pelecehan yang dilakukan majikannya.

Namun pekerjaan ini tak sepi peminatnya dikarenakan, iming-iming gaji besar dengan pekerjaan yang bahkan tak butuh skill tinggi. Seperti banyaknya TKW yang menjadi pembantu rumah tangga misalnya.

Memang mencari pekerjaan di Indonesia bukanlah hal yang mudah, selain itu juga terkadang beban kerja tidak setara dengan gaji yang diperoleh. Hal itu juga yang mungkin membuat Musiri, sosok pahlawan devisa dari Bojonegoro ini merantau ke negeri orang. Mengutip bombastis, Musiri menjadi TKW di London, Inggris, karena konon disana tingkat pendapatannya tinggi.

Musiri awalnya tidak tahu menahu di mana letak London

Musiri pada awalnya merupakan salah satu TKW di negara Mesir. Perempuan asal Bojonegoro ini memulai karirnya pada tahun 2008 di salah satu negara Timur Tengah tersebut.

TKW Inggris

Musiri tidak begitu lama tinggal di Mesir, karena setelah tiga bulan bekerja dia langsung dibawa sang majikan menuju London. Saat itu ibu dari dua anak ini benar-benar tidak mengetahui di mana letak London dan seperti apakah tempat itu. Jadi saat diajak pindah ke London Musiri hanya pasrah dan menyetujui saja keputusan sang majikan. Dan ternyata saat di London dia bertemu dengan beberapa teman yang sama-sama merupakan Tenaga Kerja Indonesia.

Perempuan ini sempat kabur dari rumah majikannya

Kehidupan Musiri di London bisa dibilang biasa-biasa saja. Sehari-hari perempuan ini mengerjakan setiap tugas dari sang majikan yang merupakan keluarga dokter. Tapi lama-kelamaan perempuan Jawa Timur ini merasa bahwa gajinya sebagai asisten rumah tangga sangat kecil. Bayangkan saja tiap bulannya dia hanya dibayar 110 poundsterling atau setara dengan Rp 2,1 juta. Padahal kehidupan di Inggris bisa dibilang tidaklah murah.

Belum lagi dia harus menyisakan pundi-pundi uangnya untuk dikirim ke rumah. Tentu saja Musiri berpikir untuk mencari jalan keluar. Lagipula selama ini pekerjaan yang dia lakukan terasa begitu berlebihan bila dibanding dengan pendapatan itu. Maka pada tahun 2010 dia beranikan diri untuk kabur dan syukurlah kemudian Musiri mendapat majikan baru. Majikan Musiri saat itu adalah seorang pengusaha asal Libanon yang memberinya gaji sebesar 1800 poundsterling atau Rp 35 juta per bulannya.

Baca Juga: Tak ada yang Mengira Pria Sederhana ini Borong Mobil Seperti Beli Kerupuk

Gaji Musiri digunakan untuk biaya sekolah anaknya

Pendapatan sebesar Rp 35 juta per bulan memang bisa dibilang sangat besar untuk ukuran Tenaga Kerja Indonesia di mana pun mereka. Oleh karena itu Musiri sangat beruntung bisa bekerja bersama majikan barunya itu. Adapun gaji yang dia peroleh tentunya tidak dihabiskan sendiri, tetapi juga untuk mengangkat ekonomi orang tuanya di rumah. Gaji tersebut juga membuat Musiri mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga kuliah.


Musiri dan anaknya

Ibu dari dua anak ini bercerita bahwa satu anaknya sudah berhasil meraih gelar sarjana, sedangkan yang lain sedang berusaha menempuh pendidikan di jurusan arsitek. Selain untuk kuliah anak, gaji Musiri dialokasikan untuk membeli tanah dan juga rumah. Tak hanya itu, dengan Rp 35 juta per bulan, ibu ini juga mampu membelikan motor untuk kedua anak kesayangannya beserta keponakannya.

Dia juga bercerita bahwa sedang dalam proses mengumpulkan uang agar bisa membeli mobil. Kendaraan ini nantinya akan ia gunakan untuk menuju apartemen majikannya di dekat Sungai Thames dari kontrakan Musiri.


Sungai Thames

Perlu diketahui juga bahwa sebenarnya gaji standard nasional di Inggris hanyalah Rp 23 juta per bulannya. Namun beruntunglah si TKW yang mendapat lebih dari itu. Meski demikian gaji besar itu tentu juga harus dipotong dengan nominal pajak yang tak kalah besar. Belum lagi alokasi untuk transportasi, biaya hidup, dan sewa rumah yang tidak mudah di sana. Tapi terlepas dari itu, Musiri membuktikan bahwa tidak sia-sia dirinya kerja keras di negara orang.

Memang cukup menggiurkan ya bila kita mendengar cerita perempuan yang satu ini. Pantas saja semakin lama, makin banyak saja orang Indonesia yang tertarik dengan pekerjaan ini. Lantaran sudah banyak bukti bahwa sepulangnya para TKI ke Indonesia mereka pasti membawa oleh-oleh mentereng. Tapi tentu saja ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan iming-iming itu, di mana kita akan meninggalkan keluarga dan kerabat ke negeri antah berantah. Jadi sebelum memutuskan, pikirlah dari dua sisi ya.
Top