Memangnya Boleh Memperlama Sujud Ketika Shalat? Ternyata Ini Anjurannya!


Shalat merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan oleh seluruh umat Muslim sebagai bentuk ketaqwaan dan juga berharap ridha Allah SWT. Shalat terbagi dalam beberapa hal mulai dari berwudhu sebelum shalat, niat, kemudian dilanjutkan dari mulai takbiratul ikhram sampai duduk tahiyat akhir, kemudian salam.

Baca juga : Jangan Sampai Menimbun Amarah Hingga Lebih dari 3 Hari, Bisa Jadi Haram Lho!

Berbicara mengenai gerakan shalat, dimana ketika sujud shalat, sebagian orang memperlama sujud dengan memperbanyak bacaan doa. Karena saat itu merupakan waktu di mana doa seseorang akan diijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun, apakah hal itu boleh dilakukan berulang? Apakah itu termasuk sunnah?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya tentang sikap orang yang memperlama sujud terakhir untuk berdo’a dan istighfar. Syaikh menjawab, “Memperlama sujud terakhir bukanlah termasuk sunnah. Karena yang sesuai sunnah, setiap gerakan shalat itu mendekati sama; rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud.

Sebagaimana yang dinyatakan Al-Barra bin Azib radhiallahu ‘anhu, ‘Aku lihat berdirinya, rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud mendekati sama.

Hal itu sebagaimana dalam hadits, “Shalatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam antara rukuknya, i’tidalnya, sujudnya, duduk di antara dua sujud, lamanya hampir sama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, ada tempat untuk berdo’a selain sujud, yakni pada tasyahud. Karena Nabi ﷺ ketika mengajarkan tasyahud kepada Ibnu Mas’ud, Nabi bersabda, “Kemudian pilihlah doa yang dia sukai.” Maka Nabi tempatkan do’a, baik sedikit maupun banyak, setelah tasyahud akhir, sebelum salam. (Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, kaset rekaman no. 376, side B).

Memperlama sujud akhir saat shalat bila dilakukan sekali atau dua kali dan tidak menjadi kebiasaan, menurut sebagian ulama dibolehkan.


Baca juga : Sering Bersedekah untuk Orang Lain, Tapi Sudahkah Saudaramu Disantuni Hari Ini?

Dilansir dari laman Islam terkemuka, Fatawa Syabakah Islamiyah menyatakan, “Memperlama sujud secara umum dibolehkan. Akan tetapi mengkhususkan sujud terakhir atau sujud tertentu lainnya adalah perkara yang tidak dinukil dari dalil. Jika terjadi sekali atau bertepatan dengan butuh banyak do’a maka tidak masalah dan tidak boleh dijadikan kebiasaan. Ini jika orang tersebut shalat sendirian. Adapun jika dia menjadi imam maka tidak selayaknya memperlama sujud, sehingga memberatkan orang yang berada di belakangnya.

Memperlama sujud terakhir bukanlah sunnah. Seseorang boleh melakukannya, tetapi tidak menjadikannya kebiasaan dan lamanya pun tidak boleh berlebihan dari rukun shalat yang lain. Saat menjadi imam, terlalu lama saat sujud terakhir bisa memberatkan makmum. Saat menjadi makmum, harus segera mengikuti imam ketika sudah masuk tasyahud.

Mungkin yang harus diperhatikan kembali ialah bukan untuk memperlama sujud saat shalat, namun lebih kepada bagaimana memperbaiki sujud tersebut karena keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud. Bagaimana menurutmu?
Top