Media Cetak ini Dikecam Netizen, Karena Buat Animasi Garuda Sobek Bendera HTI / Panji Rasulullah

Komentar

Facebook.com

Menko Polhukam Wiranto mengumumkan niat pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia yang dianggap bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45 serta menciptakan benturan di masyarakat.

"Setelah melakukan pengkajian yang seksama, dan pertimbangan mendalam, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah hukum untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di seluruh Indonesia," kata Wiranto dalam jumpa pers di kantor Kementrian koordinator politik hukum dan keamanan, Senin (08/05) siang dilansir bbc.com.

Wiranto menyatakan, ada sejumlah faktor yang mendorong pemerintah mengambil keputusan itu, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia Jerome Wirawan

"Pertama, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak mengambil peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional," lanjut Wiranto.

"Kedua, Kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 17 tahun 2013 tentang ormas," tandas Wiranto.

Ketiga, lanjut Wiranto, aktivitas yang dilakukan HTI nyata telah menimbulkan benturan di masyarakat yang pada gilirannya dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat serta membahayakan keutuhan Indonesia.

Baca Juga: Perusahaan Besar ini Sukses Namun Tak Tahu Bahwa Mereka Telah Menerapkan Sunnah Nabi

Radar Sukabumi, Membuat Animasi Burung Garuda Sobek Bendera Panji Rasulullah, yang kerap digunakan HTI saat melakukan kegiatan

Mengutip akun facebook Abi Choirul Hidayat yang memposting foto media cetak Radar Sukabumi yang membuat animasi burung Garuda sedang menyobek bendera yang kerap digunakan ormas HTI.

Foto itu sebagai informasi atas niat pemerintah yang membubarkan ormas HTI.

Tak butuh waktu lama untuk berita yang dibuat anak Perusahaan Jawa Pos Group ini viral dan mendapat banyak kecaman netizen. Berikut foto yang diposting akun tersebut.

"Radar Sukabumi, anak perusahaan Jawa Pos menghina Islam, panji Rasulullah dihina oleh antek2 china. Bagaiamana jika bendera merah putih di robek, marahkan kalian. Begitu juga saya..kalimat tauhid dijadikan bahan candaan oleh mereka colek Taufik Ardi Nugroho"

Berikut komentar yang bernada mengecam media cetak ini,

Ini penistaan agama Islam bukan masalah belain HTI,itu kalimat Tahlil,yg biasa tahlilan pasti tau itu dan wajib protes keras... ujar Widodo.



Top