Maafkan Ibu Nak, Ibu Tidak Bisa Mengajarimu Membaca Al-Quran

Salah satu kewajiban orang tua adalah mendidik anaknya dalam hal akademik, akhlak dan juga agama. Begitu pentingnya 3 hal ini dalam hidup, terutama agama. Lalu, bagaimana jika hal yang mendasar saja, seperti membaca Al-Quran tidak bisa dilakukan oleh orang tua? Mungkin kisah ini bisa menjadi pelajaran. Seperti yang dikutip dari ruangmuslimah.



BACA JUGA: Sehebat Apapun Pertengkaran Dengan Pasangan, Tetap Hindari 3 Hal Ini

Ros, ia ibu dari seorang anak bernama Jasmin, usia kelas 1 sekolah dasar. Suatu hari sang anak baru datang dari sekolahnya. Ia datang dengan membawa sebuah buku yang ia dekap dalam dada.

Jasmin: “Assalamualaykum…”

Ros : “Wa’alaykumussalam… Eh jasmin sudah pulang nak, gimana tadi di sekolah?” tanya sang ibu sambil melepaskan tas gembolan anaknya,

Jasmin: “Ramai bu di sekolah, terus Jasmin dikasih ini sama ibu guru” sambil menunjukkan buku berwarna hijau bergambarkan Masjid dengan tulisan ‘Buku Tilawah Ramadhan Ceria’.

Ros biasa saja melihat buku itu. Ia menganggap bahwa buku itu memang lumrah diberikan sekolah saat bulan Ramadhan tiba. Tak lama keudian, Jasmin menyodorkan sebuah surat yang masih dilipat tersimpan di dalam tas.

Jasmin :”Bu, ini ada surat dari ibu guru” Jasmin menyodorkan sepucuk surat itu.

Ros membuka dan membaca surat tersebut. Lambat laun raut wajahnya berubah heran, nyaris tanpa ekspresi. Lantas, apa isi surat itu?

Assalamualaykum Wr Wb

Yth. Orangtua Siswa

Dengan datangnya bulan Ramadhan ini sekolah mengadakan sebuah program ‘Tilawah Ceria’. Dalam program ini siswa dituntut untuk belajar membaca Al-Qur’an dengan kedua orangtua masing-masing di rumah. Hasilnya harap ditulis dalam ‘Buku Tilawah Ceria’ yang akan dilaporkan langsung oleh orangtua kepada pihak sekolah selama bulan Ramadhan berlangsung.

Sekian pemberitahuan ini kami sampaikan. Terimakasih. Wassalamualaykum Wr Wb.”

Ada rasa gundah bercampur aduk dengan sedih saat Ros membaca surat itu. Ia berbisik dalam hati, “Maafkan nak, ibu belum bisa baca Al-Qur’an”. Ia merasa berdosa karena tidak bisa membimbing anaknya untuk membca Al-Qur’an, begitu juga dengan suaminya yang hanya sibuk dengan pekerjaan mencari uang.

Oleh karena itu, mari mawas diri kita masing-masing dan memperbaiki apa yang kurang dari diri kita. bisa saja kejadian diatas tiba-tiba terjadi, mengingat bulan Ramadhan tinggal menghitung hari.
Top