Lakukan Hal Ini Layaknya Si Penggembala Kambing, dan Hidupmu Pasti Akan Berubah!


Kejujuran dalam islam atau dikenal dengan istilah As-Shidqu ialah kesesuaian pembicaraan dengan kenyataan menurut keyakinan orang yang berbicara, As-Sidqhu ini kebalikan dari Al-Kadzibu (bohong). Ada yang mengatakan As-Shidqu ialah kesesuaian ucapan hati dengan sesuatu yang dikabarkan (dhahirnya) secara bersamaan, jika salah satu syarat tersebut hilang maka tidak dinamakan jujur secara sempurna.

As-Sidqhu ini memiliki keutamaan yang agung, pahala yang besar/banyak, serta kedudukan yang mulia. Jujur dan benar di antara bagian dari Ash-Shidu. Dan bukti dari keutamaan Sidqhu, ketinggian kedudukannya, serta kemuliaan derajatnya ialah:

Ulasan terkait : Wahai Muslimah, Apakah Engkau Tak Ingin Merasakan Nikmatnya Berhijab Sempurna?

Sesungguhnya As-Sidqhu menjadi ciri khas ahlul ilmi dan takwa. Alloh ta’ala berfirman:

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang sidiqin (benar), laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Alloh, Alloh Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”.(QS. Al-Ahzab: 35).

Layaknya kisah berikut dimana kejujuran yang diamalkan mampu menjadi ladang pahala yang besar sekaligus mengubah hidup seseoranng detik itu juga. Bagaimana mungkin?

Setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, Khalifah Umar bin Khattab merupakan sosok pemimpin yang sangat disegani. Beliau terkenal sangat teguh menjaga amanah dan tidak mau menyimpang. Kala itu, Umar sedang mengadakan perjalanan ke suatu tempat.

Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan seorang anak gembala kambing. Anak ini hidup sebatang kara, karena kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Dia pun hidup mengandalkan upah yang diperolehnya dari menggembala kambing.

Melihat si anak itu, Umar kemudian ingin menguji kejujuran anak tersebut. Maka, didekatilah si anak ini oleh Umar.

Banyak sekali kambing yang kau pelihara. Semuanya bagus dan gemuk-gemuk. Jualah kepadaku barang satu ekor saja,” kata Khalifah Umar kepada si anak gembala.

Saya bukan pemilik kambing-kambing ini. Saya hanya menggembalakan kambing-kambing ini dan memungut upah darinya,” kata anak gembala.

jika kau jual pada ku, Katakan saja kepada majikanmu, kalau salah satu kambingnya dimakan serigala,” ucap Khalifah Umar.

Anak itu terdiam. Sejenak kemudian, dia lalu berkata, “Di mana Allah? Di mana Allah? Jika tuan menyuruh saya berbohong, di mana Allah? Bukankah Allah Maha Melihat? Apakah tuan mau menjeremuskan saya ke dalam neraka karena telah berbohong?


Ulasan terkait : Lakukan Anjuran Rasul Ketika Tidur, Jangan Sampai Tidurmu Tak Selamat!

Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar menitikkan air mata. Dipeluknya anak itu, lalu dia meminta agar si anak itu mengantarkannya kepada sang majikan.

Setelah bertemu dengan majikan si anak gembala, Khalifah Umar kemudian menawar harga anak itu. Kesepakatan terjadi, dan si anak gembala ini dimerdekakan oleh Khalifah Umar.

Bukan hanya itu, Khalifah Umar pun membeli semua kambing yang digembalakan si anak tadi. Kambing-kambing itu kemudian diberikan kepada si anak gembala, dan menjadi hak penuh miliknya, sebagai hadiah atas kejujuran dan amanah si anak tadi.

Maka barang siapa yang memiliki seluruh sifat yang agung ini, bahkan telah menjadi pakaian dan perhiasannya maka benar-benar ia telah beruntung. Kita berdoa kepada Alloh ta’ala semoga Dia menjadikan kita termasuk dari mereka.
Top