Korea Utara Disebut Dalang Dibalik Serangan Ransomware WannaCry


Ilustrasi komputer terinfeksi malware ransomware (Gizmodo)

Peneliti keamanan siber telah menemukan bukti teknis terkait serangan siber "ransomware" WannaCry. Lab Symantec dan Kaspersky mengatakan pada hari Senin, beberapa kode dalam versi sebelumnya dari perangkat lunak WannaCry juga muncul dalam program yang digunakan oleh Grup Lazarus. Para periset dari banyak perusahaan telah mengidentifikasi serangan itu sebagai operasi hacking Korea Utara.

"Ini adalah petunjuk terbaik yang telah kita ketahui sampai pada asal-usul WannaCry," kata periset Lab Kaspersky Kurt Baumgartner kepada Reuters, dikutip wajibbaca.com dari arah.com

Berdasarkan bukti yang dipublikasikan di Twitter oleh peneliti keamanan Google Neel Mehta, kedua perusahaan dinggap terlalu dini untuk mengatakan apakah Korea Utara terlibat dalam serangan tersebut.

Temuan ini akan ditindaklanjuti oleh badan penegakan hukum di seluruh dunia, termasuk Washington. Penasihat keamanan Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa kedua negara asing dan penjahat siber adalah penyebabnya.

Kedua perusahaan keamanan tersebut mengatakan bahwa mereka perlu mempelajari kode ini lebih dalam dan meminta pihak lain untuk membantu analisis tersebut. Hacker melakukan penggunaan kembali kode yang dianggap terlalu jauh untuk dijadikan sebuah bukti.

Pejabat keamanan A.S. dan Eropa mengatakan kepada Reuters bahwa terlalu dini untuk mengatakan siapa yang mungkin berada di balik serangan tersebut, namun mereka tidak menempis keterlibatan Korea Utara.

Serangan siber ransomware WannaCry telah menginfeksi lebih dari 300.000 komputer di 150 negara sejak Jumat lalu. Sejumlah instansi baik pemerintah dan swasta bahkan melarang para karyawan untuk membuka tautan atau lampiran yang ada di dalam e-mail.
Top