Ketika Tukang Selfie Naik Haji, Niat Ibadah Apa Cari Sensasi?


Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang lima, dan salah satu kewajiban dalam Islam, berdasarkan al-Quran, as-Sunnah dan ijma' kaum Muslimin.

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:

"…Mengerjakan haji itu adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (ke-wajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Ali 'Imran: 97)

Artikel pilihan : Tanpa Calo ataupun Suap, Inilah Jalan Pintas Menuju Surga! Sudah Tahu?

Dan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَ إيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَ صَوْمِ رَمَضَانَ وَ حَجِّ الْبَيْتِ الْحَرَامِ

"Islam dibangun di atas lima perkara; bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang haq kecuali Allah, dan bersaksi bahwasanya Muhammad adalah Rasul utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah." (Hadits shahih riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Demikian pula kaum muslimin telah sepakat akan kewajiban ibadah haji bagi mereka yang mampu, dan tiada seorangpun menyelisihi kesepakatan ini. Namun, bagi mereka yang telah mampu menunaikannya dan sudah menapakkan kaki di tanah suci, mampukah untuk menahan nafsu untuk unjuk diri sebentar saja agar tak menjadikan hal tersebut sebagai sebuah keburukan?

Sejak awal-awal tren Selfie ‘menjangkiti’ manusia bukan sekali ini saja para jemaah haji atau orang yang melakukan umroh ke Tanah Suci, Mekkah banyak menuai kritikan. Hal ini dikarenakan tidak sedikit dari mereka yang terlihat lebih sibuk untuk berselfieria dibandingkan melakukan ibadah haji seperti yang dianjurkan oleh agama.

Selain itu banyak yang mengkritik dan bahkan mengatakan bahwa ibadah mereka tidak sah meskipun tidak ada pihak yang membenarkan bahwa ibadah mereka benar-benar tidak sah karena alasan selfie.
Dengan alsan kembali pada tujuan foto yang mereka abadikan selama tidak untuk tujuan untuk dipamerkan hal itu dinilai tidak masalah dan sah-sah saja mereka melakukan Selfie asal tidak keterlaluan.

Meski demikian tentu saja tren atau aksi mengambil gambar diri saat melakukan ibadah haji ini seoleh menghilangkan kesakralan melakukan ibadah haji, karena mereka lebih sibuk untuk berpose semenarik mungkin bukannya beribadah se khusuk mungkin.

Misalnya saja seperti sejumlah foto yang dibagikan oleh pemilik akun Facebook bernama Pramesywara Abu Miqdad, untuk foto yang diunggahnya itu pemilik akun Pramesywara menuliskan keterangan “Ketika Tukang Selfie Naik haji” sembari menambahkan tanda emoticon sedih.

Dalam foto yang diunggahnya itu tampak sejumlah orang yang sedang mengambil selfie lebih terlihat khusuk mengambil gambar diri ketimbang melakukan ibadah. Ini bisa dilihat dari perbandingan saat mereka yang sibuk mengambil selfie dengan orang yang ada dibelakang mereka yang tidak sedang mengambil selfie.

Postingan foto yang diunggah oleh pemilik akun Facebook bernama Pramesywara Abu Miqdad itupun langsung menuai beragam komentar dari sejumlah pengguna Facebook lainnya.



Artikel pilihan : Sebelum Curhat Kepada Mereka, Mengadulah Kepada Allah Terlebih Dulu!

Sebenarnya nda masalah dia mau foto selfie, asal untuk pribadi saja dan kondisinya ga menimbulkan fitnah.. karna ada rasa senang dan bangga mengunjungi tanah kelahiran Nabi.. Masa selfie ke Eropa boleh disitu nda boleh.. Tapi jangan terlalu norak juga fotonya. xixixi lagi sibuk ibadah malah fotoan.,” komentar pemilik akun Hafid Ibnu Saputro.

Karena keterangan untuk foto yang diungghnya dirasa sedikit lucu dan terdengar mirip dengan judul sinetron di Indonesia ragam komentar lucupun membanjiri potingan Pramesywara Abu Miqdad tersebut.

Tukang Selfie Naik Haji”….tu judul sinetron baru ya?,” komentar pemilik akun Muhammad Al-Ghozali. “Hahahaha, Istilahnye boleh juga tuh,” timpal pemilik akun Husein Al-Batawi. “Ni nama ny haji selfi,” timpal pemilik akun Facebook bernama R Harahap Al-Maidany.

Kesimpulannya adalah, boleh saja berfoto ketika kita menapakkan kaki di tanah suci. Namun alangkah lebih baik jika berfoto bukan untuk mengundang decakan kagum orang-orang. Apalagi sampai menimbulkan rasa dengki hingga akhirnya memutus tali silaturahmi. Maka, pahami dengan bijak niat apakah yang kita punya sebelumnya ketika haji. Yuk berubah menjadi lebih baik.
Top