Ketika Kesulitan Menjadi Penghalang untuk Menolong Sesama, Seringkah?


Sering kita dengar pernyataan "gimana mau nolong orang yang kesulitan, lha wong kita ja kondisinya juga sulit".

Menolong orang lain dimana kita dalam kondisi yang serba berkecukupan itu hal biasa namun menolong orang lain dimana kita sendiri dalam kondisi sulit itu sungguh luar biasa. Orang kaya menolong orang miskin, itu sudah banyak dan memang begitu seharusnya. Orang miskin dan serba kekurangan menolong orang lain yang juga serba kekurangan itu masih sedikit jumlahnya.

Layaknya cerita berikut ini, dimana seseorang yang tengah dalam kesulitan bisa saja menolong mereka yang lain dimana sedang membutuhkan pertolongan. Jangan sampai malah menjadikan kesulitan tersebut sebagai halangan untuk menolong orang lain.

Also read : Menangisi Dia Atas Nama Cinta, Lantas Seberapa Sering Air Mata Jatuh untuk Orang Tuamu?

Oleh karena itulah, cerita berikut ini bisa dipertimbangkan bahwa di masa-masa sulit pun, kita harus mencoba melihat kemampuan kita untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Setelah berbelanja sepanjang hari, seorang wanita hamil dan suaminya bergegas ke ruang tunggu sebuah mall yang sibuk. Ada bangku-bangku di sekitar tempat itu, tetapi semuanya penuh.

Tidak seorang pun memperhatikan wanita hamil itu yang lelah mencari tempat untuk duduk. Akhirnya, ia duduk di atas tembok yang rendah di pojokan.

Tiba-tiba wanita itu melompat dengan kakinya dan bergegas menuju ke pintu mall. Suaminya yang cemas mengikuti istrinya dan bertanya apa yang salah.

Lalu ia melihat ada seorang wanita tua sedang berusaha menahan pintu yang terbuka sambil mendorong seorang pria di kursi roda melalui pintu itu. Wanita hamil itu telah mengorbankan sedikit kenyamanannya membantu menahan pintu untuk wanita tua yang sedang berjuang itu.


Also read : Banyak yang Sujud Asal Meringkuk, Ternyata 3 Doa Ini Jangan Sampai Terlupa!

Menolong orang disaat kita berada posisi yang sama yaitu sama-sama sulit sangatlah berat apalagi jika ego kita menguasai diri kita. Tidak ada sedikitpun empati terhadap orang yang mengalami kesulitan tersebut.

Dalam surat Al-mauun Allah berfirman : “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’  dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” (QS. Al Maa’uun: 1-7).

Apakah suatu hari nanti seseorang melakukan hal yang sama untuk wanita hamil itu, ketika dia akan mendorong kereta bayi melalui pintu? Atau apakah ia berlalu saja tanpa diketahui oleh orang lain?
Top