Ketika Allah SWT Biasa Kau Tinggalkan, Masihkah Dirimu Menganggap-Nya Tak Adil?

Komentar

Mungkin bagi beberapa orang, beribadah bukanlah sebagai acuan semata dalam hidup ataupun sebagai bentuk penyembahan kepada Allah SWT. Akan tetapi lebih dari itu, yakni dengan beribadah kita bisa berkeluh kesah dan juga memohon doa dan pengampunan hanya kepada-Nya. Memang, setiap manusia memiliki kehidupannya masing-masing, ada kalanya hidup senang tapi juga sedih saat ada masalah datang.

Also read : Banyak yang Hanya Pasrah, Padahal Ini Bedanya Azab, Ujian, dan Musibah!

Kesempitan hidup tidak selalu diakibatkan karena harta benda, ada juga kesempitan hidup terjadi pada mereka yang kaya raya tanpa kekurangan apapun. Sebagai manusia, memiliki harta benda merupakan suatu kebutuhan yang penting untuk memenuhi segala keperluan hidup. Bahkan, ada di antara kita yang menganggap bahwa kekayaan dapat membawa kebahagiaan sedangkan mereka yang kekurangan tidak akan bahagia. Namun, bahagia itu tidak ditentukan dengan seberapa kaya kita. Ada orang dengan harta melimpah tapi ia selalu merasa gelisah dan kehidupan yang sempit. Sementara, orang yang miskin, mereka justru memiliki kehidupan yang lebih lapang dan penuh dengan senyuman.

Lantas, apa yang membuat sempit atau lapang kehidupan manusia?


Dalam sebuah surat, Allah berfirman bahwa barangsiapa yang berpaling dari peringatan Allah, maka ia akan menjalani kehidupan yang sempit dan Allah akan mengumpulkannya di hari kiamat dalam keadaan buta. Inilah alasan sempitnya hidupmu.

Seperti dalam firman-Nya bahwa Allah menciptakan manusia dan jin hanya untuk beribadah pada-Nya. Untuk itulah, semua nabi dan agama samawi senantiasa mengingatkan kita untuk beribadah kepada Allah karena tugas pokok para nabi ialah memberi peringatan pada umat manusia, sebagaimana yang ada di dalam Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW adalah pemberi peringatan.

Berpaling dari peringatan Allah Ta’ala akan membuat kegelisahan, penyesalan, kebimbangan dan kerugian. Dalam keadaan apapun, baik susah atau sedang bergelimang harta sekalipun tak seharusnya kita berpaling dari peringatan-Nya. Inilah yang dijelaskan dalam sebuah firman Allah yang artinya jika kita berpaling dari peringatan-Nya maka kehidupan kita akan terasa sempit.

Perkara Spiritual Sangat Berpengaruh Terhadap Kehidupan Kita di Dunia Ini
Surat di atas menyatakan bahwa orang yang memiliki kehidupan sempit maka akan dibangkitkan dalam keadaan buta. Orang yang buta, mereka tidak bisa melihat dan hanya kegelapan yang ada. Hal ini disebabkan karena semasa ia hidup, ia memiliki jiwa yang juga gelap tanpa adanya keimanan dan ketaqwaan yang menerangi jiwanya.

Tujuan utama umat manusia hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada-Nya. Untuk itu, apa pun yang kita lakukan seharusnya bermuara pada ibadah kepada Allah SWT. Jika tujuan itu tidak terlaksana maka keimanan tidak akan ada di dalam diri kita. Oleh karena itu, kesulitan akan datang di dalam hidup. Jika kita mendekatkan diri pada Allah, maka Dia juga akan mendekat pada kita bahkan lebih dekat. Begitu juga sebaliknya jika kita menjauh maka Allah pun akan terasa jauh. Pertolongan pun menjadi jauh dalam hidup kita.


Also read : Bunda Tak Usah Risau, Ini Lho 4 Kegiatan Seru untuk Ngabuburit Si Kecil Ramadhan Nanti!

Beberapa hikmah dari penyebab sempitnya hidup di atas, dapat dijadikan motivasi bagi kita untuk tidak berpaling pada peringatan Allah. Tujuan utama diciptakan manusia dan jin adalah untuk beribadah. Lantas, bagaimana bisa kita berpaling dari-Nya. Sungguh sombong orang yang berpaling dari Allah. Tidakkah kita pikir bahwa kita hidup sekarang ini hanya karena Allah. Kita memiliki tubuh yang sempurna, keluarga, teman, orang-orang terkasih, dan bahkan harta benda hanya karena Allah.

Semua itu adalah kenikmatan yang tiada tara. Allah memberikan setiap hamba dengan nikmat yang berbeda-beda. Untuk itu, dekatkanlah diri pada-Nya untuk menjadi hamba yang taat dan beriman. Maka dari itu, sudahkah dirimu bersyukur hari ini? Sudahkah engkau memahami hidup dan juga memutar karunia dari-Nya hanya untuk mengharapkan ridha dari-Nya?
Top