Karena Kini Akulah Pengganti Kedua Orang Tuamu, Inilah Niatku Untukmu Istriku


Wahai engkau yang selalu menjadi penghias mimpiku, dimana ketika dulu aku masih berusaha keras untuk membuktikan kesungguhanku padamu, engkau yang dengan ikhlas menanti. Sungguh diriku sangat berterimakasih atas apa yang telah engkau lakukan.

Oleh karena itulah, inilah niatku kepadamu wahai istriku, yang kelak akan menjadi makmumku, serta mendampingiku membangun sebuah ibadah yang indah di hadapan Allah SWT dan orang tua kita.

Artikel pilihan : Ketika Kesulitan Menjadi Penghalang untuk Menolong Sesama, Seringkah?

Istriku, ketika pertama kali ku ikat kan niat hatiku dengan keberanian untuk meminang mu,menjadikan dirimu bagian dari diriku, maka ketika itu pula telah ku mantap kan dalam hatiku bahwa kau lah yang ku pilih untuk mendampingi ku menjalani hidupku.

Istriku, ketika hari itu aku mngucapkan ikrar pernikahan, menyebutkan jumlah aku menebusmu, aku tahu sejak itulah aku harus mampu menjadi seorang yang bertanggung jawab penuh kepadamu. Bahwa aku sekarang yang mengambil posisi ayahmu sebagai pelindungmu, posisi ibumu sebagai curahan hatimu.

Istriku, sungguh aku ingin menjadikanmu bagai Siti Khadijah, yang mendapat curahan hati dari sang tauladan, sungguh aku ingin menjadikanmu seperti Siti Khadijah, yang tak ada dua sampai akhirnya engkau harus tiada.

Namun, aku hanya lelaki biasa, bukan sang tauladan yag mampu menahan segala goda. Namun percayalah istriku, kau wanita dari ketika aku meminang, mengikatkan niat dan keberanianku. Aku ingin engkau percaya wahai wanita yang memang ditakdirkan untukku. Bukan dia atau dia yang mungkin hanya sebagai jeda saja, tapi tidak untukmu yang menjadi titik terakhirku.

Istriku, terima dan pahamilah segala kekurangan dan kelebihanku, dan aku pun akan menerima segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirimu. Karena hakikat pernikahan itu saling melengkapi kkurangan & kelebihan dua Insan ketika bersatu.

Istriku, Bismillahi Tawakaltu Alallah, kita mulai lembaran hidup baru, menanti calon dan mujahidah yang akan Allah titipkan di rahimmu. Bersabarlah Wahai Istriku.!

Ketika keadaan mendadak berubah tak seperti biasa, karena engkau tahu jalan hidup tak selamanya sesuai dengan harapan kita, Karena bahagia tak bisa selamanya kita rasa, karena Allah telah menuliskan semuanya.


Artikel pilihan : Menangisi Dia Atas Nama Cinta, Lantas Seberapa Sering Air Mata Jatuh untuk Orang Tuamu?

Bukankah Allah Subhanahu Wata’ala telah berfirman: “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. Al-Hadiid: 22-23)

Dan ketika engkau merasa lelah dan bimbang, datang dan bersandarlah di pundakku. Supaya dapat kukisahkan lagi sirah Nabi yang dapat menyemangatimu. Dan bisa kulihat lagi senyum manis diwajahmu. Karena senyuman adalah lengkungan yang dapat meluruskan segalanya. Semoga rumah tangga kita Sakinah Mawaddah Warahmah, Aamiin.
Top