Karena Allah Telah Berjanji Menjamin Rezekimu yang Hendak Duduk di Pelaminan!


Impian setiap pasangan yang sudah cukup dewasa dan tak ingin main-main lagi dengan hubungan mereka adalah menikah tanpa menunggu terlalu lama. Namun nyatanya, tak semua orang bisa naik ke pelaminan secepat harapan mereka. Banyak alasan dan kekhawatiran yang membuat sebagian dari kita memutuskan untuk menunda.

Artikel pilihan : Akad Nikah, Benarkah Mempelai Wanita Harus Disandingkan dengan Calon Suaminya?

Salah satu biang kekhawatiran yang akhirnya mendorong banyak orang untuk menunda pernikahan adalah perihal rezeki atau uang. Banyak orang yang merasa belum cukup mapan untuk membiayai dirinya sendiri, apalagi anak dan istri. Namun ada juga yang percaya bahwa dengan menikah, pintu rezeki yang sudah ada akan jadi makin terbuka.

Jangan mengernyitkan dahi dulu ketika ada yang bilang bahwa pintu rezeki akan terbuka lebih lebar melalui pernikahan. Sesungguhnya pandangan ini bisa dijelaskan dengan logika. Seperti apa penjelasannya? Benar, perkara rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Tinggal bagaimana cara kita menjemputnya.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengayakan mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. An-Nur : 32)

Ayat tersebut telah jelas menyatakan bahwa dengan menikah maka Allah akan membantu memberikan rezeki untuk anak dan istri. Percayalah bahwa perkara rezeki adalah hal yang sangat mudah bagi Allah. Menghidupkan orang mati saja Allah bisa, apalagi hanya memunculkan rezeki dari arah yang tak pernah sekalipun kita duga.

Jadi jangan pernah takut tak bisa mencukupi anak dan istri kelak. Istri dan anak mempunyai rezeki masing-masing, dan jika dikumpulkan maka akan menyatu dengan rezeki suami. Hal lain yang mungkin mampu menguatkan pendapat kita ketika telah mantap untuk menikah, dan inilah alasannya.

1. Menikah berarti memperluas silaturahim


Ada 2 keluarga besar yang menjadi satu dengan pernikahan, oleh sebab itu menikah bisa memperluas silaturahim, dan silaturahim sendiri bisa menambah rezeki.

Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.” (HR. Bukhari)

2. Menikah bisa memotivasi seseorang untuk bekerja lebih semangat


Ada tujuan dalam bekerja, seseorang bisa menjadi lebih dewasa dan bertanggungjawab setelah menikah, karena ada tanggungan yang harus dinafkahinya. Terlebih setelah memiliki anak nantinya.


Artikel pilihan : Jangan Sampai Tak Tahu, Makananmu Hari Ini Bisa Jadi Itu Rezekinya Setan!

3. Menikah mengerem kebiasaan hidup boros


Karena menyadari ada keluarga yang harus dihidupi, ada listrik dan keperluan bulanan yang harus dibayar, maka seseorang bisa lebih hemat dan pandai mengatur keuangan setelah menikah.

4. Satu tambah satu sama dengan dua puluh tujuh atau lebih


Satu tambah satu tidak sama dengan dua, seperti shalat berjamaah, satu tambah satu bisa bernilai dua puluh tujuh kali lipat bahkan lebih. Demikian juga pernikahan, sinergi antara dua insan bisa membawa kemaslahatan berpuluh kali lipat daripada saat masih hidup membujang. Tentu saja tergantung niat yang dipasang ketika pasutri menikah.

Kita hanya perlu berdoa, percaya dan lakukan ikhtiar semampu kita bisa. Ingat, bahwa Allah tak akan pernah merubah nasib suatu kaum, sebelum kaum tersebut berusaha untuk mengubahnya.
Top