Jikalau Syahadat Sudah Kau Ucapkan, Mengapa Uang Masih Dijadikan Tuhan?


Tiap sesuatu akan mengalami kepunahan, yang kekal hanyalah Tuhan Yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27)

Memang, kita hidup di dunia ini adalah untuk bekerja keras dan berjuang agar tetap mampu memutar roda kehidupan yang kita miliki. Selain beribadah tentunya, mencari uang adalah hal yang cukup penting guna memberikan fasilitas kepada diri sendiri. Akan tetapi, yang terjadi adalah dewasa kini banyak orang yang menjadikan uang sebagai Tuhan mereka.

Also read : Bahkan di Dalam Masjid Pun, Iblis Bisa Menyesatkan Kita dengan Sajadah!

Uang dianggap memiliki kekuatan besar, bahkan tak sedikit yang rela diperbudak oleh uang dan menjelma sebagai hamba uang. Padahal jelas, setiap muslim telah bersumpah dalam syahadat yang diucapkannya “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (ilah) selain Allah.” Semestinya tiap muslim telah terbebas dari perbudakan uang.

Namun, masih ada saja orang yang begitu menuhankan uang. Bangun tidur yang dipikirkan uang. Setiap ngobrol yang dibicarakan uang. Setiap kegiatan selalu dihitung-hitung berapa keuntungan uang yang akan didapat. Sampai tidur pun larut karena menghitung-hitung uang. Hanya mau berteman dengan orang yang bisa menghasilkan uang.

Hanya tertarik pada urusan yang menghasilkan uang. Uang dan uang yang memenuhi hati dan pikirannya. Boleh jadi Allah memperkenankan orang seperti ini untuk mendapatkan apa yang ia kejar yaitu uang. Tapi ini bentuk istidroj dari Allah, yaitu ketika Allah memberikan dengan mudah setiap apa yang ia kejar namun kemudahan ini adalah malapetaka baginya. Bagaimana tidak, semakin mudah ia menumpuk uang, semakin habis waktunya disibukkan untuk menghitung dan menjaganya.

Padahal kekayaan itu bagaikan air laut, semakin diminum malah semakin haus, dan manakala berlebihan maka yang terjadi kemudian adalah malapetaka. Saudaraku, uang hanyalah aksesori dunia. Uang yang kita miliki adalah sarana untuk mendekat kepada Allah Swt. Yang Maha Memberi Rezeki. Uang bukan tujuan, uang hanya “kendaraan” untuk mengantarkan kita lebih dekat dengan Allah Swt.

Kita menjemput rezeki dengan niat supaya uang yang nanti kita miliki bisa kita belanjakan di jalan Allah, membela agama Alloh, membangun tempat-tempat pendidikan yang bisa membangkitkan kembali kejayaan kaum muslimin. Maasyaa Alloh. Hidup kita bukan untuk uang, melainkan uang yang kita punya adalah untuk beribadah kepada Allah Swt.


Also read : Karena Kini Akulah Pengganti Kedua Orang Tuamu, Inilah Niatku Untukmu Istriku

Allah Swt. berfirman, “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali ‘Imron [3] : 18).

Ingatlah bahwa kehancuran bagi mereka yang menuhankan uang, itu benar adanya dan begitu banyak bukti nyatanya. Semoga kita senantiasa mendapat kesempatan untuk memperbarui syahadat setiap harinya, agar kita terbebas dari menuhankan ilah-ilah selain Allah. Bahwasanya hanya Allah saja yang berhak untuk dikagumi, dipuja-puji, dirindukan, dicintai, serta dijadikan sebagai satu-satunya tempat bergantung dan berlindung. Wallohua’lam bishowab.
Top