Jangan Terlalu Kagum Pada Dunia, Inilah Perbedaan Nikmat Dunia Dan Nikmat Surga !

Komentar


Sungguh diri ini kadang terkagum-kagum dengan dunia. Begitu terpesona sampai lupa daratan. Dunia pun dikejar-kejar tanpa pernah merasa puas. Sifat qona’ah, merasa cukup dengan setiap nikmat rizki pun jarang dimiliki. Demikianlah watak manusia. Inilah yang terjadi pada banyak orang, termasuk pula pada diri kami.

Dalam kesempatan kali ini, ada ayat yang patut jadi renungan. Semoga bisa menyejukkan hati. Hati yang terkagum-kagum pada dunia, semoga bisa tersadarkan diri. Ayat tersebut adalah firman Allah Ta’ala,

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al Hadid: 20)

Dalam ayat ini kita diperintahkan untuk zuhud pada dunia dan lebih mementingkan akhirat (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 841). Karena sungguh, kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Allah Ta’ala berfirman, “Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”.

Disebutkan dalam sebuah hadits, dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَوْضِعُ سَوْطٍ فِى الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Satu bagian kecil nikmat di surga lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari no. 3250)

Sungguh, nikmat dunia dibanding dengan nikmat akhirat amat jauh sekali. Namun kenapa kita lebih mengharap dunia dari akhirat? Mengapa kita lebih mengharap ridho manusia daripada ridho Allah?

Surga memiliki banyak kenikmatan. Kenikmatan-kenikmatan tersebut tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan yang ada di dunia. Berikut ini adalah perbedaan kenikmatan dunia dengan kenikmatan di surga beserta dalil-dalilnya:

1. Apa yang ada di dunia hanya sedikit, sangat berbeda jauh dengan apa yang ada di surga.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى }
(1)                Artinya: “Katakanlah: ‘Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa.’!” (QS An-Nisa’ : 77)

Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan bahwa kesenangan dunia ini hanya sedikit saja. Buat apa kita mengejar yang sedikit ini dan melalaikan yang lebih baik nanti.

2. Kenikmatan di surga tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan dunia

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan di dalam hadits–nya:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- : (( مَوْضِعُ سَوْطٍ فِي الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا )).
(3)                Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d As-Sa’idi bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu tempat di surga yang sebesar cambuk lebih baik dari dunia dan seisinya.”[2]

Tidak bisa dibayangkan bukan berapa besar dan nikmatnya surga.

3. Surga tidak memiliki hal-hal yang jelek sebagaimana di dunia

Surga tidak memiliki hal-hal yang jelek. Ketika penduduk bumi makan atau minum, maka pasti akan mengeluarkan kotoran, air seni dan bau yang tidak sedap. Wanita di dunia mengalami haid dan juga melahirkan. Haid tersebut adalah kotoran yang dibuang oleh wanita, sedangkan di surga tidak akan didapatkan hal-hal seperti itu.

{ قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ }
(5)                Artinya: “Mereka mengatakan, ‘Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya” (QS Al-Baqarah : 25)

Penduduk-penduduk surga tidak membuang kotoran-kotoran, mereka selalu bersih dan tidak pernah berbau tidak sedap. Begitu pula dengan khamr di surga, dia tidak memabukkan dan enak rasanya.

4. Kenikmatan dunia akan sirna sedangkan kenikmatan  surga akan terus kekal dan abadi

Allah subhanahu wa ta’ala telah mentakdirkan surga untuk menjadi sesuatu yang akan kekal abadi. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{ مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ }
(12)            Artinya: “Apa yang di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (QS An-Nahl : 96)

BACA JUGA: Anak Menjadi Penyelamat Orang Tua Di Akhirat: Aku Tidak Bangga Anakku Menjadi Dokter Tapi Malas Ibadah, Aku Lebih Bangga Anak ku Miskin Tapi Rajin Ibadah

Adapun perkataan sebagian orang yang menyatakan bahwa akhirat, surga dan neraka tidak kekal, maka itu adalah perkataan yang batil. Ayat yang penulis sebutkan menjadi dalil yang sangat jelas akan kebatilan mereka. Walaupun banyak sekali dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menunjukkan hal yang serupa. dikutip dari kajiansaid.wordpress.com

Mudah-mudahan kita bisa menempati ruangan-ruangan mulia yang tinggi itu. Amin.
Top