Jangan Asal "Kamu Nggak Ngapa-Ngapain, Kok Rumah Berantakan Sih?", Ingat Jadi Istri itu Sulit!

Komentar

Di dalam Islam, seorang istri memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan berumah tangga. Ketika seorang istri membahagiakan suaminya yang pada akhirnya, hal itu adalah untuk mendapatkan keridho’an dari Allah SWT. Sehingga dia (seorang istri) berkeinginan untuk mengupayakannya. Namun di era seperti pekerjaan istri di rumah yang mungkin bagi suami terlihat sepele, malah ternyata tak bisa dianggap enteng bagi mereka kaum Adam yang memang hanya memandang dari sebelah mata.

Artikel pilihan : Mengajarkan Al-Qur'an Juga Wajib Bagi Orang Tua, Bukan Asal Ada Guru Ngaji! 

Mulai dari mencuci, menyapu, mengepel, memasak sampai merawat dan mendidik anak adalah pekerjaan sehari-hari di rumah. Sebagian ibu rumah tangga melakukan semua pekerjaan rumah sendiri. Pekerjaan tersebut dikerjakan 24 jam dalam sehari.

Pagi hari, seorang istri harus bergegas bangun menyiapkan sarapan untuk suami juga anaknya. Setelah suami dan anak pergi beraktivitas istri harus membersihkan rumah sampai bersih. Sore hari istri menemani anaknya mengerjakan tugas sekolah. Menyiapkan makan malam dan belum lagi melayani suami. Pekerjaan ini dilakukan setiap hari 24 jam. Terkadang kejenuhan sering menghinggapi para istri. Belum lagi jika uang belanja yang diberikan suami tidak mencukupi dalam sebulan dan ada kebutuhan mendadak yang sangat penting.

Seorang istri selalu dituntut untuk mengerjakan semua pekerjaan dengan rapi. Bahkan tak jarang istri harus tidur larut malam dan bangun lebih awal supaya pekerjaan bisa cepat selesai.

Lalu bagaimana jika suami mengeluhkan tentang pekerjaan istri dirumah?


Jika suami bertanya,"di rumah gak ngapa-ngapain kok rumah masih berantakan sih?" atau, "Ma, Baju kerjaku mana kok belum disetrika sih?".

Pertanyaan ini sering dilontarkan suami saat bercanda atau serius. Padahal faktanya pekerjaan istri dirumah lebih berat daripada pekerjaan suami. Suami bekerja pagi hingga sore. Lepas sore para suami pulang dan beristirahat dirumah. sedangkan istri bekerja dari pagi sampai pagi lagi, belum lagi jika anak sedang sakit pasti tidur tidak akan nyenyak.

Selain itu istri juga harus membagi waktu agar pekerjaan rumah bisa selesai tepat pada waktunya. Menyapu, mengepel, mencuci belum selesai harus menjemput anak pulang sekolah dan begitu sampai di rumah harus menemani anak mengerjakan tugas sekolah. Setelah itu menyiapkan makanan, sungguh pekerjaan yang tak bisa disepelekan.

Lalu bagaimana jika suami masih menanyakan pertanyaan serupa?


Wahai para suami, sesungguhnya para istri sudah berbaik hati membantu pekerjaanmu di rumah. Menyapu, mengepel, mencuci, menyetrika bahkan sampai memasak makanan sehari-hari. Sesungguhnya para istri pun tidak pernah meremehkan pekerjaanmu di kantor. Bahkan dengan sabar para istri berusaha untuk membantu menyelesaikan pekerjaan kantormu.


Artikel pilihan : Banyak yang Begini, Jangan Mudah Menghina Kemudian Minta Maaf Asal Gitu Aja!

Jadi sudah sepatutnya sebagai kepala keluarga berlaku bijak. Bagaimana caranya? Salah satunya dengan memahami segala keterbatasan istri dalam mengurus rumah. Berusaha untuk membantu pekerjaan rumah jika istri lelah. Dan jangan lupa ucapkan terima kasih karena sudah meringankan pekerjaanmu.

Allah Ta’ala menggambarkan sosok dan sifat kepala keluarga ideal dalam beberapa ayat al-Qur-an, di antaranya dalam firman-Nya:

{الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ}

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS an-Nisaa’: 34).

Sesungguhnya para istri tidak pernah meminta imbalan apapun dari suami. Yang diharapkan hanya kebahagiaan dalam rumah tangga meskipun harus merelakan waktu untuk merawat diri sendiri. Semoga para suami bisa memahami dan tidak lagi memandang sebelah mata pekerjaan istri di rumah.
Top