Inilah Kaum Tsamud yang Diazab Karena 2 Kesalahan

Komentar
Selain berisi ajaran, Al-Quran juga banyak mengisahkan kehancuran suatu kaum. Kisah inilah yang diharap menjadi pelajaran bagi kaum-kaum setelah mereka. Dari sekian banyak kaum, salah satunya adalah Kaum Tsamud.



BACA JUGA: Waspada! Telur Palsu Buatan Cina Sangat Berbahaya, Lihat Saja Bahannya...

Dikutip dari satumedia, kaum Tsamud diperkirakan hidup sebelum masehi millenium pertama dan dekat dengan waktu kenabian Nabi Muhammad SAW. Mereka Diadzab dan dihancurkan karena mereka menolak beriman kepada Allah dan tidak mengakui Saleh sebagai seorang Nabi. Allah pun membinasakan mereka dengan petir menggelegar sehingga runtuhlah bangunan-bangunan megah yang jadi tempat tinggal mereka.

”Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tshamud.” (QS Hud ayat 67-68).

Al-Quran juga menyebutkan, kaum Tsamud membuat rumah atau bangunan sesuai dengan gaya hidup mereka. Kaum ini dikenal ahli dalam bidang pertukangan, termasuk ukir atau pahat memahat. Berbekal keahlian itulah, mereka membangun rumah dan istana-istana megah, baik di tanah yang datar maupun pada bebatuan besar di perbukitan.

Meski telah dihancurkan oleh Allah subhanahu wata’ala pada ribuan tahun silam, sisa-sisa peninggalan mereka, baik berupa bangunan maupun karya seni, masih dapat ditemukan antara lain di sekitar Hadramaut dan di Madain Saleh.

Hari ini, Madain Saleh atau al Hijr adalah sebuah situs bersejarah seluas 21 kilometer persegi yang merupakan peninggalan Kerajaan Nabatea. Disebut al-Hijr karena situs ini memang memiliki bangunan yang dibuat dari batu-batu yang dipotong dan dipahat. Situs ini terletak dekat Kota Ula, sekitar 400 kilometer sebelah utara Madinah. Madain Saleh terletak di antara Madinah dan Tabuk, Arab Saudi.

Sedangkan, nama ”Madain Saleh” sebenarnya berarti kota Nabi Saleh. Situs Madain Saleh pernah dihuni kaum Tsamud, kaum di mana Nabi Saleh ditugaskan oleh Allah subhanahu wata’ala. Kaum ini diprediksi hidup pada tahun 715 SM.
Top