Inilah Cara Islam Memandang Anak yang Berkata Kasar, Orang Tua Jangan Menyepelekan!


Sebagai orang tua tentunya menginginkan kondisi ideal bagi anak-anaknya untuk tumbuh dan berkembang. Pada kenyataannya kondisi ideal tersebut tidaklah bisa didapatkan,selalu saja ada hal-hal yang terjadi di luar apa yang diharapkan berkaitan dengan tumbuh kembang anak anda.

Artikel pilihan : Inilah Bagaimana Wanita yang Menunda Mandi Besar Setelah Haid di Bulan Puasa!

Sebagai orang tua yang bisa anda lakukan ialah memberikan pengawasan dan bertindak menjadi kontrol bagi anak anda, agar ketika keluar dari jalur, secepatnya orang tua bisa mengarahkan dan memberikan kembali pengertian dan langkah penanganan yang terbaik untuk anaknya.

Akan tetapi, masih banyak dari kita sebagai orang tua mengabaikan ketika anak-anaknya mulai pandai berkata kasar bahkan mengajarinya secara tidak sadar. Kata-kata kasar seperti, “Sial, br*ngs*k, anj*r,” dan bahkan menyebut nama-nama hewan sebagai makian, bukanlah kata-kata yang pantas disebutkan oleh anak kecil.

Kita sebagai orangtua seyogyanya perlu cepat tanggap jika menemukan anak-anak kita berkata kasar seperti ini, jangan malah membiarkan atau justru tertawa saja karena menganggap hal itu lucu.

Sesungguhnya Islam adalah agama yang amat memperhatikan akhlak mulia, salah satu komponen akhlak tersebut adalah tutur kata yang baik. Bahkan dalam salah satu haditsnya, Rasulullah dengan jelas menegaskan bahwa orang yang beriman pada Allah bukanlah orang yang bisa memaki, berkata kasar atau jorok.

Dari Ibnu Mas’ud radiyallaahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Bukanlah orang Mukmin itu orang yang suka mencela, mengutuk, berbuat keji dan berkata kotor.” (HR Tirmudzi)


Artikel pilihan : Akad Nikah, Benarkah Mempelai Wanita Harus Disandingkan dengan Calon Suaminya?

Oleh sebab itu, segera peringatkan anak jika mereka mulai mengucap kata-kata kasar. Tanyakan mereka mencontoh siapa sehingga berkata-kata seperti itu. Kemudian beritahukan larangan berkata kasar dalam ajaran Islam. Bahwasanya Allah menyukai orang-orang yang berkata baik.

Utamanya paling penting adalah sebagai orangtua kita patut mencontohkan perkataan yang baik dan tidak memaki atau berkata jorok yang bisa menyebabkan anak meniru tutur kata tak patut tersebut.

"Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam.” (HR. Bukhari no. 6478).

Mengejutkan memang mengetahui anak tiba-tiba memiliki kosakata kasar yang selama ini sepertinya tidak pernah secara langsung diberikan dan diajarkan kepadanya. Ada baiknya Sebagai orang tua mengetahui dari mana saja dan apa alasan yang membuat anak secara tiba-tiba bisa berbicara kasar padahal sebelumnya ayah dan ibunya tidak pernah sama sekali mengajarkannya, sehingga kita bisa mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya dan bagaimana cara anda bersikap dalam menangani si buah hati yang berkata kasar.
Top