4 Alasan Kenapa Suami Istri Tidak Boleh Kerja Sekantor,ada yang mengalami?



Kamu pasti paham jika cinta bisa tumbuh dimana saja dan siapa saja. Tanpa terkecuali di lingkungan kerja dengan teman kantor. Sangat mungkin untuk kamu merasa jatuh cinta dan ingin untuk menikahinnya.Namun ada masalahnya,bebrapa perusahaan memiliki peraturan yang melarang karyawannya meikahi dengan teman sekantor.Kebanyakkan perusahaan menerapkan peraturan ini. Beberapa alasan mengapa suami istri tidak boleh kerja sekantor:

BACA JUGA Sudah Siapkah Anda Untuk Menginjak umur 30 Tahun ? 7 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Saat Usiamu Menginjak 30 Tahun

1. Menghindari konflik secara pribadi


Kehidupan untuk berrumah tangga tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik dari segi skala kecil hingga besar. Konflik yang bersifat pribadi ini akan terbawa di lingkungan kerja jika kamu bekerja satu kantor yang dengan pasanganmu. Karena ini peraaturan dibuat. Selain untuk menghindari konflik yang bisa membuat suasaa kantor menjadi tidak kondusif. Tak hanya mempengaruhi suami istri saja,namaun membuat para karyawan tidak nyaman dengan suasana. Karena itu lebih baik suami istri tidak sekantor sehingga pertengkaran tidak mengganggu pekerjaan.

2. Konflik kantor juga punya dampak buruk


Sama seperti pernikahan, kehidupan pekerjaan juga tak berjalan mulus-mulus saja. Pasti ada masalah pasti yang terjadi. Semua masalah pekerjaan ini juga bisa berpengaruh buruk dalam kehidupan rumah tangga kita. Apalagi jika posisinya kamu dan pasangan memiliki pandangan dan prinsip yang berbeda terkait dengan pekerjaan. Atau mungkin kalian berada pada tim berbeda yang sedang berselisih. Bukan nggak mungkin suasana panas di kantor juga akan terasa seperti di rumah kalian.

BACA JUGA Bukan Sulap Bukan Sihir,Fakta Dibalik Hipnotis Membuat Kamu Tercengang

3. Menjaga rahasia profesional dan menghindari KKN (Kuliah Kerja Nyata)


Salah satu dasar pertimbangan dari larangan ini ada
lah mencegah terjadinya konflik kepentingan. Konflik kepentingan yang dimaksud adalah menggunakan jabatan atau wewenang untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan terkait pekerjaan dengan tujuan mendapatkan kemudahan atau hasil yang diinginkan. Konflik kepentingan tentu bukan masalah yang bisa di abaikan.

4. Menghindari unsur subyektivitas


Unsur subyektivitas ini bisa menyangkut banyak hal seperti penilaian kerja, promosi jabatan, pemberian bonus, hukuman dan lain sebagainya. Akan ada berbagai omongan nggak enak di belakang. Omongan-omongan ini juga yang nantinya membuat suasana kantor jadi tak nyaman. Kamu juga jadi merasa tidak enak dengan rekan-rekan kerja sehingga mengganggu produktivitas dan merugikan perusahaan. Jika pertimbangkan lagi, peraturan ini memang masuk akal. Bukan karena melarang tumbuhnya cinta ataupun menghambat mendapatkan jodoh, tapi demi kebaikan karir bersama. Tapi jika kamu terlanjur jatuh cinta dan ingin menikah dengan rekan kerja, mending mulai putuskan siapa yang akan mengalah dan pindah.'
Top