Hati-Hati, Gosip dengan Tetangga Ternyata Batalkan Puasa, Benarkah?



Bergosip atau ngerumpi sering diidentikkan perbuatan ini khas dari wanita. Namun sebenarnya tak melulu wanita. Karena laki-laki pun bisa bergosip, ngomongin masalah teman kerjanya bahkan lainnya.

Nah, sudah tahu kan kalau nggosip/menggunjing/ghibah dan mencela seseorang ini dosanya sangat besar.

Lalu bagaimana dengan seseorang yang melakukan perbuatan ghibah (menggunjing) dan mencela seseorang. Apa akan berpengaruh terhadap puasanya? Atau bisa sampai membatalkan puasanya?

Baca Juga: Peluk dan Cium Istri, Tiba-Tiba Keluar "ITU", Batalkah Puasanya?

Mengutip Muslimah, dijawab oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah:

Ghibah tidak membatalkan puasa. Ghibah adalah menyebut seseorang dengan apa yang tidak disukainya, ghibah adalah maksiat. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضاً

“Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain,” (QS. Al Hujurat: 12 ).

Begitupula dengan namimah (mengadu-domba), mencela, dan berdusta, semuanya tidaklah membatalkan puasa dan ibadah yang lainnya. Namun semua itu menodai puasa dan mengurangi pahala, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam,

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta, melakukan kedustaan serta berbuat usil, maka Allah Ta’ala tidak butuh ia meninggalkan makannya dan minumnya,” (HR. Bukhari).

Dan sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam,

“Puasa itu perisai, jika sesorang diantara kalian berpuasa, janganlah berkata keji dan janganlah berkelahi, dan jika seseorang mencelanya atau memusuhinya maka katkanlah aku sedang berpuasa,” (Muttafaqun ‘alaihi).

Nah, mengerikan bukan. Puasa kita tidak ada harganya jika, kita masih saja bergosip saat puasa. Jadi berhati-hatilah. Pikirkan lagi sebelum ingin mengungkapkan sesuatu. Atau pembicaraan anda menjadi sumber ghibah bagi anda dan teman bicara Anda.
Top