Hati-hati Dengan Lisanmu Menasehati dan Mempermalukan Itu Beda Tipis

Komentar


Saling menasehati dalam kebaikan memanglah sangat penting. Apalagi dengan orang terdekat kita, tetapi pada saat kita menasehati ada kalanya orang yang kita nasehati tidak suka, hati mereka panas, ada kalanya mereka menganggap kita menyalahkan mereka, dan mungkin ada kalanya mereka tidak terima nasehat kita

Sebenarnya itu wajar, merasa seperti disalahkan diawal, tapi insyaAllah mereka akan menyesal pernah berfikiran seperti itu. Karena ternyata nasehat kalian membawa mereka  pada kebaikan.
Lantaran bagaimana kalau dia marah-marah atau tidak suka dengan nasehat kita?
Kita juga tidak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya. Mungkin kita telah melupakan adab dalam menasehati salah satunya yaitu menasehati ketika orang tersebut sendiri.



Seperti hadist imam syafi'i " Nasehatilah aku dikala sepi, jangan nasehati aku dikala ramai. Karena nasehat dikala ramai bagai hinaan yang menyakitkan hati"

"Barang siapa menasehati saudaranya berdua saja(rahasia) itulah namanya NASEHAT, barang siapa menasehati saudaranya didepan orang banyak maka sebenarnya dia MEMPERMALUKANNYA ( Al hafiz ibnu rajab dalam jami' Al 'ullum wa Al hikam, hal77)"

BACA JUGA: Jangan Bersedih Jika Suami Tidak Pernah Romantis, 7 Alasan Ini Harusnya Anda Syukuri

BENCANA LIDAH

Secara umum, bencana yang ditimbulkan oleh lidah ada dua. Yaitu berbicara batil (kerusakan, sia-sia), dan diam dari al-haq yang wajib diucapkan.

Abu ‘Ali ad-Daqqâq rahimahullah (wafat 412 H) berkata:

الْمُتَكَلِّمُ بِالْبَاطِلِ شَيْطَانٌ نَاطِقٌ وَالسَّاكِتُ عَنِ الْحَقِّ شَيْطَانٌ أَخْرَسُ

“Orang yang berbicara dengan kebatilan adalah setan yang berbicara, sedangkan orang yang diam dari kebenaran adalah setan yang bisu.

Semoga kita menjadi muslim yang semakin baik dan terus istiqomah berhijrah. Amiin
Jangan lupa share pesan ini dan tag teman-teman kalian ya sobat. Semoga bermanfaat
Top