Hanya dengan 2 Hal yang Kamu Pasti Juga Punya Ini, Allah Bisa Mudah Mencintaimu!


Cinta adalah kecocokan dua hati atau dua pihak. Ia tidak dapat diperintahkan atau dipaksakan. Ia hadir sebagai buah kecenderungan dan kecocokan nilai-nilai. Cinta tidak dapat diobral dengan kata-kata. Ia harus merupakan bukti yang didasari niat baik, hati mendalam dan jiwa mulia.

Allah SWT mencintai beberapa karakter dari kepribadian seorang Muslim. Sesuai dengan dzat-Nya yang Agung, Baik, Mulia, Istimewa, dan sederat sifat baik lainnya, maka unsur-unsur kebaikan itu menjadi inti dari karakter yang dicintai Allah SWT.

Also read : "Halah Wong Kita Muslim, Paling Nanti Juga Dicelup Bentar di Neraka Kalau Punya Dosa"

Rasulullah SAW menunjukkan jalan kepada kita bahwa untuk memiliki karakter yang dicintai Allah SWT, kita harus memenuhi ketentuan berikut ini: "Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali Imran: 31).

Lantas siapa yang tak ingin dicintai Allah? Pastinya setiap dari kita berharap agar kita termasuk ke dalam daftar hamba yang Allah cintai. Jika dicintai manusia saja kita begitu merasa senang, lantas bagaimana jika Allah yang mencintai kita? Tentu lebih dari sekadar senang.

Nah ternyata kita bisa menjadi hamba yang Allah cintai lho. Bagaimana caranya? Mari kita lihat hadits Nabi berikut ini.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata pada Al-Asyah bin ‘Abdul Qois, “Dalam dirimu terdapat dua sifat yang Allah suka yaitu al-hilm (tidak cepat marah) dan al-anaah (tidak tergesa-gesa),” (HR. Muslim, no. 20).

Ternyata ada dua sifat yang bisa membuat Allah mencintai kita. Dari hadits di atas, kita tahu bahwa sifat yang Allah cintai dalam diri kita adalah tidak cepat marah dan tidak teergesa-gesa. Jika kita lihat lebih dalam, berikut ini beberapa faedah dari hadits di atas:


Also read : Benarkah Dirimu Sudah Bersabar, ataukah Hanya Memendam Amarah Semata?

1. Boleh memuji seseorang di hadapannya selama tidak membuat orang tersebut terperdaya dengan pujian. Boleh juga karena alasan ingin memberi contoh pada yang lain.
2. Sifat hilm (tidak cepat marah) adalah sifat yang terpuji.
3. Sifat al-anaah (tidak tergesa-gesa) pada sesuatu juga patut dimiliki.
4. Allah memililiki sifat cinta. Sesuatu yang Allah cintai berarti sifat terpuji.

Sikap penyabar, lembut, kalem, dan tenang tak hanya dimiliki dan diserukan oleh Rasulullah, tapi juga dianjurkan oleh nabi-nabi yang lain. Mengapa begitu, karena kesabaran seorang penyabar--kata Ahmad ar-Rasyid dalam bukunya al-`Awa'iq--adalah benteng yang akan melindunginya dari fitnah, sifat pemarah, dan egois, sehingga ia mampu berlaku adil dalam berbagai keputusannya. Sedangkan sifat "tidak ceroboh" akan memberikan kesempatan untuk menganalisis dan menimbang-nimbang, sehingga tidak ada lagi keraguan.

Sementara itu, sifat ceroboh dan tergesa-gesa menjadikan seseorang tidak cermat dalam menyelesaikan persoalannya, karena ada nafsu yang ikut bermain di dalamnya. Orang yang tergopoh-gopoh sering bertindak keliru dalam hidupnya yang akhirnya membuahkan penyesalan. Kecerobohan juga sering menjadi penyebab dari hilangnya keteguhan dan komitmen seseorang.
Top